Alumni Corner 


Aristeus Ligamen: Perjalanan Menuju PT Perusahaan Gas Negara



Sembilan belas tahun lalu, Aristeus Ligamen Saleppang merantau dari Makassar dengan seorang temannya menuju Yogyakarta untuk mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM, dahulu Fakultas Ekonomi–red). Sekarang ini, ia menjabat sebagai Assistant Vice President HR Development di PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGN). Bukanlah proses sederhana dan sesaat untuk meraih capaiannya saat ini.

Dari Tana Toraja Menuju Yogyakarta

Lolos dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) tahun 1994, Aristeus mantap menempuh pendidikan di FEB UGM. Yogyakarta dan FEB UGM, jurusan Manajemen tepatnya, memang telah menjadi targetnya untuk meneruskan pendidikan selepas dari Seminari Menengah St. PetrusClaver, Makassar. Menurutnya Yogyakarta sebagaikota Pendidikan memiliki iklim persaingan yang bagus untuk mahasiswa. Semasa kuliah, Aristeus mengaku tidak begitu dikenal di kalangan teman-temannya dibandingkan dengan mahasiswa yang aktif di organisasi kemahasiswaan fakultas.

Ia banyak menghabiskan waktu di luar kelas untuk mengasah softskills-nya dengan bergabung sebagai anggota Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UGM. Selain itu, Aristeus juga aktif mengurusi Ikatan Pelajar Mahasiswa Toraja di Yogyakarta (Ikapmajaya).

Begitu mengingat masa-masa perkuliahan, ia bercerita bahwa FEB saat itu telah menjadi fakultas yang modern (dibandingkan dengan fakultas lain di UGM) dengan dengan laboratorium komputer dan fasilitas internet. Satu lagi yang masih tersimpan dalam ingatannya yaitu kantin depan kampus atau biasa disebut Bonbin. Walaupun becek ketika musim hujan, Bonbin memberikan suasana lain bagi mahasiswa. Ayah tiga putra ini merasa bersyukur dapat mengenyam perkuliahan di FEB. “Konsep teori yang bagus, (dan) dosen-dosen yang kompeten
sehingga dapat menciptakan rasa percaya diri pada mahasiswa,” ujarnya. Perkuliahan selama lima tahun ia lalui dengan lancar. Akhirnya, ia dapat bernafas lega setelah lulus dari tiga dosen penguji skripsinya, Prof. Basu Swastha Dharmestha, Prof. Eduardus Tandelilin dan Dr. Wakhid Slamet Ciptono. Mengambil konsentrasi pemasaran, ia meneliti perilaku konsumen pengunjung bioskop Empire 21, salah satu bioskop terbesar di Yogyakarta saat itu.

Melaju ke Ibu Kota, Tepatnya PGN

Sembari menunggu hari wisuda, dengan berbekal Surat Keterangan Lulus dan Transkrip  akademik, Aristeus melamar ke PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. yang menginformasikan lowongannya melalui koran nasional. Lamaran pekerjaannya ia susun secara unik. Pria kelahiran 39 tahun lalu ini tertawa saat mengenangnya. “Amplop surat saya buat dari koran bekas yang berisi iklan suatu bank terkemuka. Dengan membuatnya unik dan eyecatching pasti akan menjadi perhatian HRD dan dipanggil untuk wawancara.” Tak disangka, dua minggu setelah wisuda ia bertolak ke Jakarta untuk memulai rangkaian panjang proses seleksi PGN. Akhirnya ia diterima dan ditempatkan pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan PGN.

Komitmennya terhadap perusahaan layak diacungi jempol. Manajemen Sumber Daya Manusia bukan merupakan bidang yang tidak ia tekuni di bangku kuliah. Walaupun begitu, ketekunan, kemauan bekerja dan komitmennya yang tinggi, berhasil mengantarkannya menapaki karir dengan sukses. Empat tahun berkarir di perusahaan itu, pria yang hobi memasak dan menyanyi ini menerima beasiswa S2 bidang Human Resources Management di Daniels College of Business, University of Denver, United States. Dua tahun diselesaikannya dengan mudah. Sekembalinya ke PGN, karir di Human Resources Division pun dimulai. Suami dari Yosefina Rumengan ini berbagi kunci sukses dalam berkarir, “intinya mau bekerja! kepandaian memang penting tetapi mesti didukung dengan mental positif dalam menyikapi pekerjaan.”

Harapan Bagi Almamater

Di sela-sela menghirup secangkir cokelat hangat, ia mengutarakan harapan kepada alamamaternya untuk membuka wawasan mahasiswa akan dunia kerja, misalnya dengan kunjungan perusahaan atau kuliah tamu yang menghadirkan praktisi-praktisi yang ahli di bidangnya. Mahasiswa diberikan pandangan untuk sadar akan tantangan pekerjaan dan tidak hanya bekerja di area-area nyaman saja. Selain itu, penting bagi mahasiswa untuk memperkaya softskills, kemampuan komunikasi (termasuk bahasa asing –red), serta melatih kemandirian. [hk]

 
 
godaddy counter