Around Bulaksumur
Integrasi Gama Card dengan Trans Jogja
Konsistensi UGM Mendukung Transportasi Massal
Untuk mewujudkan kampus educopolis, UGM senantiasa konsisten dalam mendukung pengembangan transportasi publik. Setelah mengeluarkan kebijakan KIK, sepeda kampus, dan pelarangan penggunaan kendaraan bermotor bagi mahasiswa baru, kini UGM menawarkan sebuah alternatif baru dengan menggandeng PT Jogja Tugu Trans selaku pengelola Trans Jogja. Kerja sama ini berupa integrasi antara Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) UGM dengan kartu tiket Trans Jogja. Cukup membayar Rp100.000,00 per bulan saja, kini mahasiswa dapat mengaktifkan KTM sekaligus menikmati layanan Trans Jogja. Mahasiswa bisa menggunakan layanan Trans Jogja di semua trayek cukup dengan membawa KTM atau Gama Card-nya.
Integrasi ini diresmikan (29/11) lalu di halte Trans Jogja Sub Terminal Codong Catur oleh Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono. Turut hadir dalam peresmian, Rektor UGM, Prof. Sudjarwadi, Ph.D, Ketua Dishubkominfo DIY, Tjipto Hariwibowo, dan Ketua Tim Penyiapan Integrasi KTM UGM dan Trans Jogja, Prof. Dr. Ahmad Munawwar. Acara peresmian dilakukan dengan uji coba penggunaan KTM oleh Wamenhub dari halte Sub Terminal Condong Catur menuju Halte Kopma UGM, dilanjutkan dengan naik sepeda kampus dari Gelanggang menuju Rektorat.
Wamenhub mengatakan,”Yang telah dilakukan UGM adalah think big, act small but significant. Hal ini dapat memberi pencerahan bagi sistem transportasi massal kita.” Meski masih dalam lingkup internal UGM, kebijakan ini diharapkan dapat berdampak luas bagi masyarakat DIY dan juga nasional. Menurut Bambang, langkah ini merupakan sebuah pembaruan dalam upaya menarik masyarakat menggunakan transportasi massal. ”Program UGM ini akan disempurnakan di tingkat nasional untuk direplikasikan di kota-kota lain,” ujarnya.
Prof. Sudjarwadi selaku Rektor UGM menambahkan,“Dengan berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi tentu dapat mengurangi polusi udara, terutama di kawasan UGM.” Sudjarwadi berharap ada 5% dari sekitar 35.000 orang mahasiswa UGM terdaftar yang menggunakan Gama Card tersebut. Kikin Safira, mahasiswa FEB UGM jurusan Akuntansi yang setiap harinya selalu menggunakan Trans Jogja sebagai alat transportasi mengaku,”Saya sangat mendukung program ini. Selain praktis karena menggunakan Gama Card, tarif bulanan yang ditawarkan juga jauh lebih murah dibanding tiket biasa dengan tarif Rp3000,00 sekali naik.”
Ahmad mengungkapkan, integrasi ini telah dipersiapkan sejak pertengahan tahun 2011 bekerja sama dengan Gama Techno sebagai penyedia teknologi smart card dengan dana oleh universitas dan Dikti. Demi kelancaran dan terpenuhinya kebutuhan mahasiswa UGM terhadap kendaraan umum, pihaknya berharap dilakukan penambahan jumlah halte bus Trans Jogja untuk kawasan Jalan Kaliurang karena kawasan ini paling padat oleh mobilitas mahasiswa. Dalam waktu dekat juga akan diadakan sosialisasi yang cukup besar untuk menarik minat mahasiswa mengaktifkan Gama Card-nya. Harapannya, program ini dapat berkontribusi mewujudkan UGM sebagai kampus educopolis dan juga secara luas mampu mengurangi polusi dan tingkat kemacetan di Kota Yogyakarta. [rahmad]









