Meski pemilu baru akan dilaksanakan tahun depan, awal tahun 2013 sudah dipenuhi berbagai isu politik yang menghangat. Berbagai isu politik yang mencuat menandakan Indonesia mulai masuk ke dalam tahun politik.

Ekonom senior FEB UGM, Prof. Dr. Sri Adiningsih memperkirakan ekonomi global masih akan melemah. Pelemahan ekonomi dan ketidak pastian ekonomi global tersebut dinilai memberikan dampak negatif bagi ekonomi Indonesia.

"Faktor internasional yang menekan ekonomi melalui perdagangan, investasi asing maupun pasar keuangan, serta kondisi domestik yang kurang memberikan dukungan iklim yang kondusif bagi bisnis dan investasi tentu memberikan tekanan yang berat pada stabilitas ekonomi makro serta pertumbuhan ekonomi," katanya, Kamis (14/3), di Auditorium Djarum Pertamina Tower, FEB UGM saat berlangsung Indonesia Economic Review and Outlook (IERO) dalam diskusi bertajuk Ekonomi dan Keuangan Menyambut Tahun Politik Yang Diawali Dengan Kisruh Investasi Emas.

Membahas ekonomi makro Indonesia dan proyeksi ekonomi ke depan, Adiningsih memprediksi ekonomi Indonesia belum akan segera membaik. Inflasi diperkirakan akan meningkat, volatilitas rupiah masih akan besar, dan pertumbuhan ekonomi belum akan segera meningkat signifikan.

"Oleh karena itu otoritas ekonomi diharapkan tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi makro serta memberikan berbagai dukungan ataupun stimulus yang diperlukan bisnis dan dunia usaha, agar stabilitas ekonomi terjaga dengan baik dan pertumbuhan ekonomi tidak kepangkas lagi," jelasnya.

Sementara itu, meski telah didahului kegaduhan politik, Ekonom Dr. Tony Prasentiantono, M.Sc tidak percaya bila anggota dewan terpilih nanti mampu memberi pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebab investasi, sistim perbankan, nilai tukar dan faktor-faktor ekonomi lain yang mempu memberi pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sumber: Agung/UGM