Perekonomian Indonesia sedang mengalami periode transisi. Setelah beberapa dekade  mengalami pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan, perekonomian menghadapi tantangan mengenai urgensi evaluasi secara mendasar mengenai bagaimana pemerintahan menjalankan kebijakan. Keprihatinan mengenai mismanajemen sektor publik yang meliputi: korupsi, birokrasi, favoritisme, pemburan rente, semakin keras disuarakan. Pemerintah Indonesia telah melanjutkan reformasi utama pada area-area kebijakan makroekonomi, desentralisasi fiskal, reformasi sektor keuangan, restrukturisasi utang dan privatisasi. Tantangan-tantangan perekonomian tersebut sangat membutuhkan perbaikan tata kelola pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas sektor publik.

Tanggap terhadap situasi perekonomian Indonesia saat ini, Jum’at (22/01/10) di ruang sidang Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) telah ditandatangani kesepakatan kerjasama antara FEB UGM, Andrew Young School of Policy Studies, Georgia State University (AYSPS GSU) United States, Departemen Keuangan Republik Indonesia (Depkeu RI) dan United States Agency for International Development (USAID) di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia khususnya bidang Kebijakan Publik. Hadir pada penandatangganan nota kesepakatan tersebut Dekan FEB UGM Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D didampingi  segenap Wakil Dekan, Ketua Program M.Si dan Doktor Dr. Supriyadi, M.Sc didampingi segenap Wakil Ketua Program,  Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Depkeu RI Dr.  Anggito Abimanyu, M.Sc beserta jajaran pejabat Depkeu RI, Mission Director USAID Walter North, beserta jajaran pejabat USAID. Dalam sambutannya, Walter North mengatakan bahwa pilihan untuk belajar di GSU adalah tepat karena GSU merupakan universitas terkemuka di Amerika Serikat untuk bidang kebijakan ekonomika publik.  

Kerjasama ini didesain untuk memfasilitasi mahasiswa tugas belajar dari Depkeu RI untuk dapat menempuh dual degree program yang dirancang khusus terfokus pada isu-isu dan tantangan ekonomi Indonesia, penggunaan sistem tutor, pembimbing akademik  dan staf administrasi yang secara khusus menangani peserta program. Proses dual degree ini diawali dengan menempuh 12 bulan perkuliahan di Master of Science FEB UGM kemudian melanjutkan 17 bulan perkuliahan di GSU. Program ini bersifat tailor-made, disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia akan analis ekonomika publik. Pada akhir penyelesaian program, mahasiswa diberikan gelar Master of Science dari UGM dan Master of Arts dari GSU. Lulusan akan memiliki keahlian dalam menganalisis ekonomika publik dalam konteks modern, misalnya dalam menganalisis kinerja kebijakan publik.