Sebanyak 247 lulusan Program Pendidikan Profesi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, diwisuda hari Sabtu (26/6). Wisuda periode ke-7 ini dilaksanakan di Grha Sabha Pramana. Hadir dalam acara tersebut, Prof. Ainun Na’im, Ph.D., Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia UGM, dan B.M. Purwanto, M.B.A., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat FEB.

Para wisudawan/wisudawati periode ini merupakan angkatan ke-14, 15, dan 16. Dengan diwisudanya mereka, sejak didirikan pada 2004 hingga saat ini, Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM telah menerima mahasiswa sejumlah 1.230 orang dan meluluskan sebanyak 910 alumni. “Hampir semua lulusan Pendidikan Profesi Akuntansi ini sudah mengabdi di dunia bisnis khususnya dan masyarakat pada umumnya,” kata Pimpinan Program Pendidikan Profesi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Drs. Sugiarto, M.B.A., Ph.D., dalam sambutannya.

Sugiarto mengatakan tahun 2011 mendatang merupakan tahun yang cukup penting, yaitu ketika dimulainya proses adopsi dan konvergensi standar akuntansi keuangan dari FASB oriented yang notabene American Business Environment ke IFRS yang lebih banyak diadopsi terlebih dahulu ke Benua Eropa.

Konvergensi IFRS merupakan strategi menempatkan Indonesia dalam pusaran pasar uang dan pasar modal global, sekaligus juga bagian dari proses pembangunan ekonomi berbasis transparansi dan akuntablitas. “Adopsi dan konvergensi IFRS seiring dengan tuntutan terhadap profesi akuntan, yang profesional dan setara dengan profesi akuntan internasional," terangnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia UGM, Prof. Ainun Na’im, Ph.D., dalam sambutannya mengatakan wisuda kali ini baru merupakan tahap awal bagi profesi seorang akuntan. Yang terpenting, menurut Ainun, adalah tetap dipegangnya prinsip-prinsip etika dan moral profesi akuntan saat mereka telah menduduki suatu jabatan. “Yang terpenting dari profesi seorang akuntan adalah prinsip etika dan moral yang tetap harus dipegang teguh dalam bekerja,” pesan Ainun.

Selain hal tersebut, faktor leadership juga harus dikembangkan oleh seorang akuntan, baik akuntan manajemen maupun auditor, apalagi kini beberapa kasus, seperti pencucian uang (money laundry), cukup menjadi perhatian publik. “Kasus pencucian uang seperti yang sering terjadi selayaknya nanti menjadi perhatian para akuntan ini sehingga tuntutan profesi seorang akuntan ke depan semakin berat,” imbuhnya.

Dari keseluruhan 247 orang yang diwisuda, terdiri atas 104 pria dan 143 wanita, peraih IPK cum laude berjumlah 33 orang. Sebanyak 8 orang tercatat meraih IPK tertinggi 4,00. Sementara itu, IPK terendah adalah 2,75 dan IPK rata-rata 3,42. Wisudawati termuda kali ini ialah Sarasmeta Damariyanti (lahir 10 Maret 1988) dan tertua, Asmawati (lahir 23 Mei 1972).

 

Sumber: www.ugm.ac.id