Jumlah Guru Besar UGM terus bertambah meski beberapa diantaranya telah memasuki masa pensiun. Hari ini UGM melepas sebanyak 4 orang guru besar yang telah memasuki masa pensiun dan menyambut 7 guru besar baru. Keempat guru besar yang telah memasuki masa pensiun yaitu Prof.Dr.Mammed Sagi, M.S. (Fakultas Biologi), Prof.Dr.Bambang Djadmo Kertonegoro, M.Sc (Fakultas Pertanian), Prof.Dr.Issirep Sumardi (Fakultas Biologi), dan Prof.Dr.Ir.Soeparno (Fakultas Peternakan).

Sementara ketujuh guru besar baru UGM itu yakni Prof.Dr.Sofia Retnowati, MS (Fakultas Psikologi), Prof.Dr.Catur Sugiyanto, MA (Fakultas Ekonomika dan Bisnis), Prof. Ir. Henricus Priyosulistyo, M.Sc., Ph.D (Fakultas Teknik), Prof. Dr. Sudibyakto, M.S. (Fakultas Geografi), Prof. Dr. Yuventius Agustinus Nunung Prajarto, M.A. (Fisipol), Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A.(Fisipol), serta Prof.dr. M.Jufrie, SpA (K), Ph.D (Fakultas Kedokteran).

Dalam sambutannya salah satu guru besar yang pensiun Prof.Dr.Ir.Soeparno mengatakan selama menjadi guru besar mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kontribusi mencerdaskan bangsa melalui UGM. Kontribusi diberikan baik dalam bentuk mengajar, penelitian hingga program pengabdian masyarakat lainnya.

"Kita guru besar yang telah pensiun ini berusaha berkontribusi mencerdaskan bangsa melalui UGM. Kami juga masih siap jika tetap dibutuhkan untuk membantu UGM," urai Soeparno dalam Perkenalan Guru Besar Baru dan Pelepasan Guru Besar Purna Tugas di Balai Senat, Selasa (10/8).

Sementara itu mewakili guru besar baru Prof. Dr.Sofia Retnowati mengatakan status guru besar merupakan sebuah amanah yang tidak ringan. Tanggungjawab guru besar untuk memajukan bangsa dan UGM sebagai universitas research merupakan salah satu tantangan bagi mereka.

"Ini bukan sebuah tugas yang ringan karena tanggungjawab guru besar sangat besar untuk ikut memajukan bangsa dan UGM sebagai universitas research," kata Sofia .

Di sisi lain Ketua Majelis Guru Besar (MGB) UGM Prof. Drs. Suryo Guritno, M.Stats., Ph.D mengucapkan terima kasih kepada para guru besar yang telah purna tugas namun masih tetap berkomitmen membantu dan membesarkan UGM. Sedangkan bagi guru besar baru diharapkan bisa melakukan kerja mengingat tanggungjawabnya yang semakin berat sebagai seorang guru besar.

"UGM berterimakasih kepada guru besar yang purna tugas namun masih berkomitmen membantu. Untuk guru besar baru diharapkan siap dengan tanggungjawabnya yang kian bertambah," kata Suryo.

Dengan acara pisah-sambut tersebut sampai saat ini jumlah guru besar UGM telah mencapai 431 orang guru besar, yaitu 276 orang guru besar aktif, 37 guru besar emeritus, 2 guru besar luar biasa dan 116 guru besar yang telah pensiun.

Usai acara pelepasan dan perkenalan guru besar kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai masalah regulasi PT BHMN terkait amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada pembatalan UU BHP oleh Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia UGM Prof. Ainun Na'im, M.B.A., Ph.D.

Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat , Prof. Dr. Retno S Sudibyo, M.Sc, Apt, dan Wakil Rektor Bidang Alumni dan Pengembangan Usaha, Prof. Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil, Ph.D sebelumnya dilakukan pengheningan cipta atas wafatnya dua guru besar UGM yaitu Prof. Dr. Ir. Kasumbogo Untung (Fakultas Pertanian) dan Prof. Dr. Ir. Prayoto, M.Sc (Fakultas MIPA) beberapa waktu lalu.

 

Sumber: www.ugm.ac.id