Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali menggelar kompetisi Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-9 Tahun 2010 bagi mahasiswa seluruh Indonesia usia 20 – 24 tahun. Presentasi para finalis kedua ajang lomba tersebut berlangsung pada Senin, 22 November 2010 di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat pukul 09.00 WIB mencapai puncaknya pada Selasa, 23 November 2010 pukul 19.00 di Widya Graha Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta.

Sejumlah penghargaan diberikan kepada para pemenang dari tiga kategori. Ke-15 finalis tersebut berasal dari tiga mata bidang lomba yakni Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), serta Ilmu Teknik dan Rekayasa. Untuk tiap bidang akan diambil tiga orang pemenang. Mereka berhak atas hadiah masing-masing pemenang I sebesar Rp12 juta, pemenang II Rp10 juta, dan pemenang III Rp8 juta. Penghargaan diberikan oleh Ana Mustamin, salah satu juri kompetisi yang juga menjabat Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan AJB Bumiputera 1912. Berikut daftar para pemenang PPRI ke-9 LIPI 2010:

PPRI ke-9 bidang IPSK

  1. Pemenang I : Arham Rahman, Asriyani Mappiwali dan Andi Karmila Ningsih dari Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (UNM)
  2. Pemenang II : Azmi Basyarahil dan Dani Aufar dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gajah Mada (UGM). Judul penelitian: "Efek Jera Maksimum Melalui Penerapan Hukuman Finansial Untuk Memiskinkan Koruptor: Analisis Social Cost of Corruption Pada Kasus Korupsi di BUMN/D Indonesia Tahun 2001-2008."
  3. Pemenang III : Susilo Harjono dan Ravando dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UGM. Judul penelitian: "Manusia Perahu sesudah Perang Berlalu: Menelusuri Jejak Pengungsi Vietnam di Pulau Galang Indonesia."

PPRI ke-9 bidang IPA

  1. Pemenang I: Ameilinda Monikawati, Inna Amandari dan Sofa Farida dari Fakultas Farmasi UGM. Judul penelitian: "Aktivitas Kemopreventif Ekstrak Etanolik Herba Ciplukan (Physalis angulata L.) pada Kanker Payudara: Kajian Secara In Vivo dan In Vitro."
  2. Pemenang II: Azhari Nuridinar dan Agus Muhar dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas
  3. Pemenang III: Hengky Herdianto dan Yulianto Laksono Putra dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya

PPRI ke-9 bidang Ilmu Pengetahuan Teknik

  1. Pemenang I: Humaira dan Irahayu Sudarwati dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair)
  2. Pemenang II: Nia Kurnia Sari dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB)
  3. Pemenang III: Eko Wahyuning Pamungkas, Annas Muzzaki Syarif dan Moh. Fadhli Abdillah dari Fakultas Teknologi Industri Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN)

Kepala LIPI, Prof. Dr. Lukman Hakim mengungkapkan bahwa remaja Indonesia diharapkan mampu berperan aktif dalam melakukan inovasi maupun invensi yang dapat menjadi solusi alternatif bagi isu-isu aktual yang sedang berkembang. Penelitian para remaja ini, sambungnya, diarahkan pada upaya pemenuhan kebutuhan dasar manusia dan pemecahan masalah-masalah di lingkungan sekitarnya. "Topik dan permasalahan yang dijadikan objek penelitian terutama berhubungan dengan bidang kesehatan, pertanian, pangan, pendidikan dan kemanusiaan yang memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal atau masalah-masalah sosial budaya yang berimbas secara signifikan pada kehidupan masyarakat", jelasnya.

Sementara itu Dr. Deddy Setiapermana, Kepala Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan IPTEK (BKPI) LIPI menjelaskan bahwa PPRI ke-9 ini diharapkan dapat menjaring insan-insan peneliti remaja agar dapat menumbuhkembangkan budaya meneliti bagi generasi muda serta meningkatkan apresiasi IPTEK dan mewadahi keingintahuan peneliti remaja/muda. Dia menandaskan bahwa upaya peningkatan kecerdasan bangsa dan kesadaran ilmiah bagi pengembangan sumber daya manusia merupakan usaha yang sangat penting agar generasi mendatang mampu berperan serta dan mengikuti laju perkembangan IPTEK. "Hanya negara yang unggul dalam bidang ekonomi dan penguasaan IPTEK sajalah yang akan dapat mengambil manfaat besar dari globalisasi", tambahnya.

 

Sumber: wny