Sebagian masyarakat saat ini masih belum paham sepenuhnya mengenai pasar modal. Akibatnya, masih banyak anggota masyarakat yang berinvestasi di luar pasar modal, seperti melalui tabungan dan deposito. Padahal, pasar modal merupakan salah satu alternatif solusi untuk berinvestasi lebih baik dibandingkan dengan kedua produk bank tersebut. "Lewat pasar modal justru sebagai alternatif investasi yang bisa lebih baik dibanding tabungan atau deposito sekalipun, misalnya bunga yang di atas rata-rata deposito bank pemerintah," kata Yahuda Nawa Yanukrisna, Branch Manager Sentra Investasi Danareksa (SID) Yogyakarta, saat mengisi Sekolah Pasar Modal (SPM) Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) di kampus MM UGM, Jumat (4/3).

Yahuda mengatakan disebut sebagai alternatif investasi karena di pasar modal, baik melalui saham maupun obligasi, memberikan imbal hasil yang lebih menarik daripada deposito. Sayangnya, hal itu belum sepenuhnya dimengerti oleh masyarakat dan pelaku bisnis. Ditambah lagi dengan masih adanya perasaan takut akan risiko bermain di pasar modal. Padahal, kemungkinan munculnya risiko masih dapat dikelola. Ia mencontohkan kasus gagal bayar dan fluktuasi harga. "Kalau gagal bayar kan pemerintah tetap berperan terkait penerbitan obligasi. Nah, kalau mengenai fluktuasi harga, nanti bisa dilepas di akhir periode atau waktu yang tepat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Yahuda juga mendukung program yang dilakukan oleh Finance Club MM UGM untuk mengadakan Sekolah Pasar Modal. Langkah tersebut sejalan dengan salah satu misi Danareksa, yakni edukasi.

Sementara itu, Deputi Direktur Bidang Akademik dan Riset MM UGM, Dr. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., menjelaskan kegiatan Sekolah Pasar Modal dilaksanakan secara periodik oleh MM UGM, BEI, dan PT Danareksa. Kegiatan hari ini merupakan angkatan ke-7 setelah terakhir dilaksanakan pada April 2010 dengan program edukasi dan simulasi transaksi saham secara on line. Acara diikuti oleh 73 mahasiswa MM dan 27 dari luar MM UGM. "Kita tentu berharap agar kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan," kata Wakhid.

Tema yang diambil dalam SPM kali ini adalah Edukasi dan Lomba Simulasi Transaksi Saham. Menurut Wakhid, bentuk kerja sama MM FEB UGM, Danareksa, dan BEI ini sebelumnya juga telah didahului dengan diresmikannya pojok BEI MM FEB UGM pada 10 Februari 2011 lalu. "Jadi, ini sebagai langkah untuk mengenalkan pojok BEI MM UGM dan meningkatkan pengenalan mahasiswa serta masyarakat akan pasar modal Indonesia," tutur Wakhid.

Selain Yahuda, hadir sebagai pembicara dalam acara itu Dedi Priadi (Kepala Unit Edukasi Divisi Pemasaran Bursa Efek Indonesia) dan Alifa Yustisia (Danareksa).

 

Sumber: Satria/UGM