Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM menjalin kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan program 'BRI Wirausaha Rakyat'. Penandatangan nota kesepakatan kerjasama dilakukan oleh Direktur Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB), Fakultas Ekonomika dan Bisnis FEB UGM, Anggito Abimanyu dan Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta, Eko Wahyu Andriastono, Selasa (3/4) di Auditorium Gedung Pertamina Tower FEB UGM. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur UMKM BRI, Djarot Kusumayakti.

Direktur P2EB FEB UGM, Anggito Abimanyu menyampaikan program ini dirancang untuk menciptakan wirausaha terbaik UGM yang berjiwa kemasyarakatan tangguh,inovatif, serta berdaya saing. Program ini juga ditargetkan untuk menjaring mahasiswa UGM yang berprestasi untuk menjadi wirausaha inovatif.

“Program ini ditujukan untuk mendorong mahasiswa terbaik UGM untuk menjadi wirausaha yang mampu ikut menciptakan lapangan kerja baru,” ungkapnya.

Anggito menambahkan program ini ditujukan untuk membangun paradigma baru bagi mahasiswa berprestasi untuk menjadi wirausaha. “Selama ini mindset dunia wirausaha dianggap sebagai pekerjaan karena ‘kecelakaan’ , diisi mereka yang tidak bisa diterima di dunia kerja karena IPK yang tidak memadai. Untuk itu kita ubah agar dunia wirausaha ini diisi oleh lulusan yang berprestasi, karena wirausaha merupakan pondasi perekonomian bangsa,” urainya.

Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjadi wirausaha. Bagi dunia usaha diharapkan mampu mendorong lahirnya produk-produk baru yang inovatif dan kreatif, menigkatkan kualitas kompetisi pasar, dan memperkuat perekonomian daerah. Sementara bagi FEB diharapkan mampu menciptakan lulusan yang menjadi pencipta lapangan kerja. Dan bagi BRI akan memperkuat citra sebagai bank yang pro UMKM.

Program BRI Wirausaha Rakyat diperuntukkan bagi mahasiswa UGM tahun terakhir maupun alumni yang maksimal 3 tahun sebelumnya lulus dari UGM saat pendaftaran. Memiliki indek prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.00. "Ada 3 tahap dalam program ini, yaitu seleksi yang dilakukan oleh FEB UGM, tahap riset pengembangan produk menggunakan dana bina lingkungan BRI, dan tahap memulai usaha dengan mengajukan proposal yang bankable untuk selanjutnya menjadi mitra BRI," papar Anggito.

Anggito menuturkan dalam satu tahun ini ditargetkan terbentuk 10 kelompok wirausaha. Sehingga diharapkan lima tahun kedepan akan dihasilkan 50 kelompok wirausaha yang diharapkan berhasil mengelola usahanya. "Masing-masing kelompok akan mendapat dana hibah sebesar Rp. 50 juta untuk riset pengembangan produk dan insentif 3 juta per bulan," jelasnya.

Sementara Direktur UMKM BRI, Djarot Kusumayekti mengatakan bahwa 99,98 persen pelaku bisnis di Indonesia adalah mereka yang bergerak di bidang wirausaha dan UMKM. Dari jumlah tersebut mampu menyerap tenaga kerja hingga 91,8 juta orang.

"Yang menarik disini adalah dominasi UMKM masih begitu besar. Disisi lain tenaga kerja yang terserap pun besar dan berperan untuk mengurangi beban negara karena dapat menciptakan lapangan kerja. Dalam hal ini wirausaha diposisikan sebagai lokomotif untuk mengangkat negara," ujarnya.

Hampir senada dengan Anggito, Djarot menyebutkan bahwa menjadi wirausaha selama ini bukan hal yang dirancang atau dipersiapkan, namun lebih karena suatu keterpaksaan. Dengan adanya program yang dirilis ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha-wirausaha yang inovatif dan berdaya saing.

"Negara akan aman jika memiliki wirausaha lebih dari 2%, sedangkan jumlah wirausahawan Indonesia masih kurang dari 1% sehingga beban bangsa kita ini terlalu berat. Harapannya dengan program ini dapat melahirkan bibit-bibit wirausaha yang unggul yang dapat membantu mengangkat beban negara," harapnya.

Pendaftaran program BRI Wirausaha Rakyat dibuka bulan Mei 2012. Untuk pendaftaran peserta disyaratkan menyerahkan ringkasan eksekutif yang meliputi rencana bisnis lengkap.Adapun pengumuman peserta final akan disampaikan bulan Juli dilanjutkan presentasi dihadapan investor di bulan Agustus. Dan pengumuman pemenang akan dirilis saat Dies FEB UGM pada bulan september mendatang.

Sumber: ika/ugm