Hobi menulis sebelumnya tidak pernah ada di benak dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Tri Widodo, M.Ec.Dec., Ph.D. Namun, siapa sangka dari hobinya menulis termasuk menulis di jurnal internasional membuatnya masuk ke dalam 25 ekonom dunia dari Indonesia yang namanya masuk dalam jurnal IDEAS bulan Juli 2012 lalu. IDEAS selama ini dikenal sebagai salah satu jurnal ekonomi internasional terbesar dunia yang berisi lebih dari 1,2 juta item penelitian di bidang ekonomi.

"Ini berisi database terbesar tulisan ekonom dunia termasuk dari Indonesia,"kata Tri Widodo, Senin (10/9).

Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UGM ini mengatakan dirinya masuk dalam 25 besar ekonom Indonesia dan bersanding dengan beberapa ekonom lain seperti dari UI, IPB, Universitas Syiah Kuala dan UNPAD Bandung. Menurut Tri Widodo selama ini dirinya memang cukup rajin menulis ke jurnal internasional baik yang online maupun yang dibukukan. Setidaknya ada 32 jurnal internasional yang selama ini sudah memuat tulisannya.

"Dari 32 jurnal internasional itu 6 diantaranya jurnal yang anggota IDEAS," katanya.

Pemeringkatan seperti di IDEAS ini, kata Tri Widodo, di luar negeri sangat berguna untuk menilai kinerja dosen. Ia mencontohkan gelar profesor di luar negeri bisa diperhitungkan ulang untuk dicopot jika tidak memenuhi jumlah tulisan yang dimuat dalam jurnal internasional. Menurutnya semakin banyak tulisan yang dimuat dalam jurnal internasional memungkinkan semakin banyak pula tulisan kita untuk disitasi (dirujuk) oleh peneliti lain.

"Gelar profesor di luar negeri saat ini ada yang sistem kontrak. Apalagi misalnya tidak bisa memenuhi jumlah tulisan di jurnal internasional," tegas pria kelahiran Yogyakarta, 28 Juni 1971 tersebut.

Tri Widodo yang mulai gemar menulis di jurnal internasional sejak tahun 2007 ini mengatakan tulisan yang dimuat dalam sebuah jurnal sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Di sisi lain ia juga menilai surat edaran dari DIKTI tentang publikasi karya ilmiah dalam jurnal sebagai pemicu agar dosen dan mahasiswa semakin rajin menulis.

"Kita ambil sisi positifnya saja agar mahasiswa dan dosen rajin menulis jurnal," katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyebutkan beberapa artikelnya yang telah dimuat seperti : "Dynamic changes in comparative advantage: Japan 'flying geese' model and its implications for China" serta "Comparative Advantage:Theory, Empirical Measures and Case Studies".

Selain berisi 1,2 juta item penelitian jurnal IDEAS juga memiliki informasi tentang 12 ribu lebih lembaga ekonomi, 33 ribu penulis yang telah terdaftar dengan layanan penulis RePEc, dan sekitar 37 ribu NEP laporan dalam 92 bidang

Sumber: www.ugm.ac.id