Program Magister Manajemen (MM) UGM menggandeng LPPM UGM dan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM menggelar kegiatan bakti sosial di Dusun Sidorejo, Kelurahan Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, Kamis (11/10). Bakti sosial yang dilakukan berupa penyerahan bantuan 21 ekor kambing peranakan etawa (PE), 1 unit mesin pemotong rumput untuk pembuatan pakan ternak jenis silase sekaligus pembuatan kandang ternak.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia dengan menerjunkan 8 orang dokter, 3 perawat, dan 2 apoteker. Setidaknya terdapat 170 orang lansia dari 14 padukuhan di Desa Beji yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.

Slamet, (50) Ketua Kelompok Tani Sidorejo mengaku senang dengan pemberian bantuan yang diberikan oleh MM UGM. Dengan bantuan tersebut Ia berharap kesejahteraan masyarakat di Sidorejo bisa meningkat melalui usaha pengelolaan ternak kambing yang diberikan. “Harapannya kegiatan bakti sosial semacam ini bisa terus berlanjut setiap tahunnya karena sangat memberikan manfaat bagi warga disini,” paparnya

Lain lagi dengan, Tamiyem (60) warga dusun Tungkluk yang turut dalam pemeriksaan kesehatan gratis. Sejak pagi ia rela mengantri agar bisa mendapatkan pemeriksaan gratis dari UGM. Sejak beberapa tahun lalu, Tamiyem menderita tekanan darah tinggi. “Bagaimana tidak senang, kan mau diperiksa dan disembuhkan,” ujarnya.

Kepala Desa Beji, Sularti menyambut baik pemberian bantuan dari MM UGM. Bantuan tersebut cukup bermanfaat bagi masyarakatnya. Pasalnya, setiap kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan berdasarkan usulan dari masyarakat sehingga apa yang sudah diberikan sesuai dengan kondisi dan potensi daerahnya.

Diungkapkannya, sejak tahun 2010 Desa Beji telah menjadi desa binaan MM UGM dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Sebut saja Sidorejo yang mendaptkan pembinaan dan pendampingan dalam melakukan budidaya ikan lele dan kambing peranakan etawa, dusun Banaran dalam mengembangkan apotek hidup, dan dusun Duren dalam budidaya gama ayam. Kemudian dusun Daguran Kidul dalam budidaya lele dan dusun Bejono dalam budidaya kambing gibas dan pertanian organik terpadu. “Sejak 2009 juga menjadi tempat pelaksanaan KKN mahasiswa UGM. Harapannya program-program yang sudah berjalan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” harapnya.

Camat Ngawen, yang dalam hal ini diwakili oleh Sekeretaris Camat, Sunardi, menyampaikan harapan senada. Pihaknya berharap pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Beji, Ngawen dilaksanakan secara kontinu agar hasilnya bisa bermanfaat bagi warganya.

Sekretaris Program MM UGM Kampus Jakarta, Bayu Sutikno, Ph.D., menanggapai positif harapan masyarakat Beji dengan akan terus melanjutkan program-program yang telah berjalan sejak 2010 silam. Ia pun berharap kedepan MM UGM beserta LLPM dan RSA UGM dapat memberikan kontribusi yang lebih besar untuk masyarakat Beji dan sekitarnya. “Semoga apa yang sudah kami berikan nisa bermanfaat bagi warga Beji, Ngawen secara keseluruhan,” pungkasnya.

Kegiatan bakti sosial yang berlangsung di Beji, Ngawen, Gunung Kidul kali ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan dies natalis MM UGM ke-24. Sebelumnya, pada bulan Juli lalu MM UGM telah memberikan bantuan berupa 500 bibit tanaman toga untuk 5 dusun di Kelurahan Beji yaitu Sidorejo, Duren, Bejono, Daguran Kidul, dan Daguran Lor. Disamping itu juga diserahkan kelengkapan perpustakaan yaitu 90 buku pertanian, 2 rak, 2 meja, dan 4 kursi panjang untuk warga desa Beji.

Sumber: www.ugm.ac.id