Menindaklanjuti acara Workshop "Pemimpin Masa Depan Yang Visioner: Membangun Kader Pemimpin Berjiwa Entrepreneur dan Wawasan Kebangsaan", pada 12 Desember 2012 yang diresmikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, disaksikan oleh Rektor UGM Prof.Pratikno, Jenderal (Purn.) Luhut Pandjaitan, Anggota Majelis Wali Amanah UGM, dan Dekan FEB UGM di auditorium MM UGM Yogyakarta, maka dibentuklah Dashboard Ekonomika Kerakyatan (DEK) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.

DEK akan mewujudkan Konsep Ekonomi Kerakyatan dalam Realita dengan Percontohan Pembangunan Komunitas Kecamatan, One Village One Product, One Village One Corporation. DEK memiliki visi memajukan kesejahteraan umum sebagaimana tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk mewujudkan visi tersebut, DEK memiliki lima langkah yang nantinya diterjemahkan dalam program-program DEK. Lima langkah DEK ini adalah: research and development, advokasi dan sosialisasi, training, consulting, dan reporting.

DEK menyadari bahwa pencapaian visi dan pelaksanaan program memerlukan pendamping masyarakat yang kompeten. Pendamping dan pelatih masyarakat ini disebut dengan Kader Bangsa Wirausaha (KBW), yaitu kader atau pemimpin yang memiliki jiwa kebangsaan dan entrepreneurship. Kompetensi KBW terdiri atas enam prinsip yaitu: replikasi local leader, paham potensi daerah, memiliki usaha produktif bersama, memiliki lembaga pengelola keuangan, adanya komunikasi dan silahturahmi, serta menjaga keberlanjutan kegiatan pasca program dengan updating database. Kredo ini disebut Gerakan Nasional Pemberdayaan Masyarakat-165. Satu Visi, Enam Prinsip, Lima Langkah. Kredo ini mengingatkan kita kepada hari lahir Pancasila, 1 Juni 1945 (165).

Pada saat ini, DEK telah menyusun program-program seperti: seminar dan workshop bulanan yang akan dihadiri oleh pembicara-narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing seperti Begug Purnomosidi, Luhut B. Pandjaitan, Agus Widjojo, Prof.Totok Mardikanto,  Prof. Dr. Abdul Halim, Dr. Bagus Santoso, Dr. Hargo Utomo, Dr. Edhie Purnawan, Prof. Dr. Sri Adiningsih, Dr. Tony Prasetiantono, serta para praktisi pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan dan desa. Selanjutnya, seminar/workshop ini direncakan diadakah pada hari Selasa minggu kedua setiap bulannya di ruang Audio Visual FEB UGM. Di samping itu, training dengan tema leadership, wawasan kebangsaan dan entrepreneurship akan diadakan oleh DEK setiap tiga bulan sekali. Pada akhir periode, DEK akan meluncurkan laporan kegiatan dan evaluasi program dalam setahun agar dapat diketahui oleh masyarakat luas.

Seluruh program ini diharapkan dapat membentuk kader, pemimpin, yang berjiwa kebangsaan dan entrepreneurship yang dapat mendampingi dan melatih masyarakat sehingga kesejahteraan umum bagi rakyat Indonesia dapat tercapai.

Pada Bulan April ini Seminar Bulanan Ekonomika Kerakyatan mengambil tema "Membangun Ekonomi Menuju Desa Mandiri". Seminar yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat, M.Ec. ini akan membahas mengenai tiga subtema utama, yaitu "Skema One Village One Product Sebagai Langkah Menuju Desa Mandiri" oleh Dr. Bagus Santoso, "Pemasaran dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Pemandirian Desa" oleh Dr. Hargo Utomo, dan "Keuangan Daerah Sebagai Stimulan Pembangunan Desa Mandiri" oleh Prof. Abdul Halim.

Para peserta yang hadir merupakan perwakilan dari para akademisi, pemerintah, perwakilan Badan Pemberdayaan Masyarakat, koperasi dan pendamping PNPM dari berbagai daerah, para usahawan, serta masyarakat dan tim penyuluh lapangan. Diharapkan pada seminar kali ini para peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pembangunan pedesaan dan pertanian, faktor- faktor yang mempengaruhi, serta langkah-langkah yang akan diterapkan menuju desa mandiri.

Sumber: DEK/FEB