Sebanyak 20 orang mahasiswa asing Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM mengikuti kegiatan Cultural Immersion Day (18/5) di Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan Sleman. Mahasiswa asing yang terdiri dari mahasiswa program pertukaran pelajar (exchange program) dan double degree ini diajak merasakan langsung kehidupan di pedesaan serta mengenal berbagai kebudayaan di Indonesia.

Rombongan dilepas dari kampus FEB UGM oleh BM Purwanto, Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiwaan. Selama satu hari penuh, para mahasiswa yang berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Perancis, dan Belanda dipandu melakukan berbagai aktivitas yang telah disiapkan oleh panitia.

Sesampai lokasi, para peserta disambut oleh tim fasilitator dari Desa Wisata Pentingsari. Untuk mencairkan suasana dan menambah semangat, tim fasilitator telah menyiapkan beberapa permainan ice breaking. Para mahasiswa asing tampak bersemangat dan ceria berpartisipasi dalam permainan tersebut. Setelah itu, para peserta melakukan kegiatan membatik yang dipandu langsung oleh Prof. Dr. Basu Swastha Dharmmesta, MBA., dosen senior FEB sekaligus seniman batik yang kerap menggelar pameran tunggal karya batiknya. Beberapa mahasiswa serius melukiskan cantingnya mengikuti pola yang sudah dibuat. Sesekali mereka tertawa karena lilin-malam yang mereka ambil terlalu banyak sehingga membuat lukisan tidak sesuai pola.

Kegiatan dilanjutkan dengan bermain alat musik gamelan dan membuat wayang dari alang-alang. Mahasiswa asing sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Cathy, mahasiswa asing dari Jerman, mengungkapkan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya bermain gamelan, dan sungguh sangat menyenangkan bisa mengenal kebudayaan Indonesia. Tidak hanya itu, mahasiswa asing juga mendapat kesempatan bermain menangkap ikan dan kemudian diakhiri dengan kunjungan ke perusahaan jamu.

Cultural Immersion Day merupakan bagian dari program Global Leadership Forum (GLF) yang dibentuk di awal tahun 2013. GLF merupakan rintisan organisasi yang diwujudkan untuk mewadahi kegiatan mahasiswa asing yang sedang belajar di FEB UGM. Githa Maharani sebagai pimpinan organisasi mengungkapkan bahwa setiap semester mahasiswa asing yang datang ke FEB UGM semakin bertambah sehingga muncul inisiatif untuk membentuk organisasi ini. "Ide ini berasal dari Pak Rangga (Dr. Rangga Almahendra, salah satu dosen FEB UGM-red)," ungkapnya. Program lain yang dilakukan adalah tandem learning, yakni memasangkan satu orang mahasiswa asing dengan seorang mahasiswa lokal untuk berinteraksi belajar bahasa dan budaya, sehingga kedua belah pihak dapat mengambil manfaat bersama.

Sumber: Rahmat/FEB