Pada hari Selasa (11/6) FEB UGM menerima kunjungan Prof. Nori Tarui, Associate Professor and Graduate Chair College of Social Sciences, University of Hawaii at Manoa di Ruang Dekan FEB UGM. Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan delegasi University of Hawaii ke UGM yang juga turut dihadiri Dr. Maya Soetoro, adik Presiden Amerika Serikat Barrack Obama.

Delegasi diterima oleh Dekan FEB UGM, Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D. beserta jajaran pengelola fakultas dan program studi di lingkungan FEB UGM. Agenda kunjungan Prof. Nori Tarui ke FEB UGM adalah penjajakan kemungkinan kerjasama di bidang akademik antara kedua fakultas. Sebelumnya di hari yang sama telah ditandatangani nota kesepahaman di tingkat universitas terkait kerjasama antara kedua institusi pendidikan tersebut.

Diskusi yang digelar selama satu jam tersebut membahas tentang kemungkinan dilakukannya kerjasama program pertukaran pelajar dan double degree untuk mahasiswa antar universitas. Selain itu, dibahas pula kemungkinan kerjasama sandwich program dan juga joint research untuk pengurus fakultas. Selama ini, FEB UGM telah menjalin kerjasama serupa dengan berbagai universitas di Eropa dan juga Asia, namun masih sedikit untuk universitas dari Amerika Serikat. Untuk itu, kesempatan ini merupakan momen yang tepat untuk mengembangkan sayap ke Amerika Serikat.

Prof. Nori menyambut positif proposal kerjasama yang ditawarkan oleh FEB UGM. Ia mengatakan bahwa secara umum University of Hawaii akan sangat terbuka dengan program kerjasama tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nori telah menandatangani nota kesepahaman antar fakultas untuk program pertukaran pelajar antara mahasiswa FEB UGM dengan mahasiswa College of Social and Sciences, University of Hawaii. Kedepan kedua belah pihak akan melakukan penjajakan yang lebih dalam terutama untuk program double degree untuk mahasiswa di semua tingkatan dan program studi.

Prof. Nori mengungkapkan pihaknya akan mendiskusikan lebih lanjut dengan jajaran pengelola fakultas yang lain untuk perluasan program kerjasama. Ia menambahkan bahwa pengalaman UGM yang telah berhasil menjalin kerjasama dengan universitas-universitas di luar negeri akan sangat membantu dalam merumuskan skema kerjasama yang tepat antara kedua universitas.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas peran fakultas ekonomi dalam membantu penanggulangan dan mitigasi bencana alam. Seperti diketahui Yogyakarta dan Hawaii  memiliki kesamaan sebagai daerah yang cukup rawan terkena bencana alam. Dr. Sahid Susilo, M.Sc. menjelaskan bahwa FEB UGM turut berkontribusi menginisiasi kredit murah bagi para korban erupsi Gunung Merapi untuk berkarya.

Sumber: Rahmat/FEB