Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM UGM) memperingati dies natalis yang ke-25 pada 2 Juli lalu. Di usia seperempat abad itu MM UGM telah berkiprah membangun dan mengembangkan potensi bangsa melalui dunia pendidikan. Tema “Merajut Relasi Membentangkan Jejaring” sengaja dipilih dalam merayakan perayaan dies natalis yang diimplementasikan dalam berbagai kegiatan.

Direktur MM UGM, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D., mengatakan MM UGM yang memiliki kampus di Yogyakarta dan Jakarta ini telah ikut memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan di Indonesia. Sebagai salah satu sekolah bisnis, MM UGM menurutnya akan terus berbenah diri untuk terus melaksanakan peningkatan kualitas program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Untuk peningkatan program pendidikan MM UGM saat ini bermitra dengan 26 perguruan tinggi di luar negeri, tersebar di Australia, Eropa, Asia dan Kanada. Empat diantranya, University of Melbourne, University of Groningen, Roterdam School of Manajemen dan International University of Japan. "Kemitraan tersebut diharapkan semakin meneguhkan MM UGM tidak hanya sebagai sekolah bisnis terbesar di Indonesia namun juga menjadi sekolah bisnis berakreditasi internasional. Karena tidak lama lagi MM UGM akan meraih akreditasi internasional dari Association to Advance Collegiate School of Business (AACSB)," kata Lincolin pada hari kamis (4/7).

Pada proses pembelajaran MM UGM mengembangkan pangarusutamaan etika (ethics mainstreaming) yang diberikan kepada mahasiswa. Setiap mahasiswa diharapkan mengedepankan etika akademik, etika sosial, dan etika lingkungan. Ketiganya diajarkan di setiap mata kuliah. "Kita mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar," katanya

Sementara itu, Kepala Kantor Administrasi dan Hubungan Masyarakat, MM UGM, Panca Mulyaningrum, menuturkan perayaan dies MM UGM dilaksanakan di Kampus Yogyakarta maupun di Kampus Jakarta. Serangkaian kegiatan di kampus Yogyakarta dimulai dengan Pengabdian Masyarakat yang diselenggaraan di dua desa binaan yaitu Desa Beji dan Kemadang, Wonosari, Gunung Kidul. Salah satunya penyerahan bantuan kepada kelompok tani berupa ternak 10 ekor kambing ekor dan 5 mesin diesel pompa air dan buku bacaan untuk koleksi perpustakaan sebanyak 130 eksemplar. "Kita juga menyerahkan mesin peniris minyak ulva (1 unit), dan oven pengering kulit melon dan pisang 1 unit," tambahnya.

Rencananya, kegiatan Dies ke 25 di MM UGM kampus Jakarta akan diselenggarakan Seminar Internasional pada tanggal 14 September 2013 dengan topik “The Role of Entrepreneurship & Innovation to Strengthen Indonesia Competitiveness within AEC Context," bekerja sama dengan PT Prestasi Sriwijaya Sejahtera Jakarta. Seminar ini akan menghadirkan pembicara ahli yaitu: Prof. Tom Eisenmann  (Entrepreneurship, Harvard Business School, USA); Prof. Bill Fischer, D.B.A. (Innovation Management), berasal dari IMD Business School, Swiss dan Prof. Howard H. Yu, D.B.A,  (Strategic Management & Innovation); berasal dari IMD Business School, Swiss

Seminar internasional ini  kata Panca bertujuan menyelaraskan pemahaman konseptual dan kontekstual tentang kewirausahaan dan inovasi yang selanjutnya dapat direkomendasikan sebagai upaya cerdas dalam memberikan solusi kreatif bagi peningkatan daya saing Indonesia secara berkelanjutan.

Sumber: Gusti/UGM