Pertumbuhan dan perkembangan suatu daerah terbukti dapat lebih cepat dicapai dengan adanya local leader. Adalah R. Haryo Ambarsuwardi, S.H. M.Si, seorang Camat yang telah berhasil membawa daerahnya, Ponjong, menjadi semakin maju. Ponjong, salah satu kecamatan yang kerap disebut daerah batu bertanah, kini telah tumbuh menjadi kecamatan yang lebih "hidup", tidak tertinggal lagi. Dalam seminar bulanan FEB "Membangun Ekonomi Menuju Desa Mandiri" pada (2/07/13) silam, Ambar memaparkan bagaimana daerah yang dipimpinnya dapat bergerak semakin baik.

Program-program yang diusung oleh Ambar telah mampu menjadi penggerak roda utama perekonomian kecamatan itu. Ia menggiatkan wirausaha dengan mengajak masyarakatnya untuk memproduksi produk-produk desa. Salah satu diantaranya adalah Crezink atau Crezek Zinkong. "Crezink" merupakan krecek yang dibuat dari kulit ketela dalam lima rasa yang berbeda. "Saya ingin anak-anak akrab dengan makanan lokal, maka nama, kemasan, dan rasanya dibuat menyesuaikan dengan selera mereka," jelasnya. Selain Crezink., ada pula sari kulit manggis yang dipercaya memiliki berbagai khasiat. Juga ada beras Ponjong yang lebih dikenal sebagai beras Badingah karena dikonsumsi dan dikenalkan pertamana kali oleh Hj. Badingah, S,Sos, Bupati Gunung Kidul.

Selain terus berusaha meningkatkan produk-produk desa, pada 2004 silam, Ambar merancang pembuatan rumah makan baru untuk menjadi jalan tengah bagi penjualan ikan yang tak pernah laku di Ponjong. Awalnya, banyak pihak yang meragukan usulnya. Akan tetapi, ia tidak gentar. Kini, telah ada 16 rumah makan yang berdiri. Banyaknya permintaan membuat supply ikan harus ditutupi dengan membeli ikan dari daerah lain.

Ambar pun juga concern terhadap lingkungan hidup. Ia masih terus aktif mewujudkan berdirinya sekolah hijau. "Ke depan, rencananya, satu sekolahan wajib membuat 10 biopori," terangnya. Paham betul bahwa Gunung Kidul merupakan daerah yang kesulitan akses air, Ambar mengandeng beberapa perusahaan melalui CSR-nya dan telah berhasil mengurangi kesulitan itu. Kini 200 kepala keluarga telah dapat menikmati air bersih dengan mudah. Pembenahan terhadap konstruksi alam, seperti Gua Cangkra dan Gua Song Kilap pun masih dilakukan. Ambar ingin menjadikan dua gua itu sebagai tujuan wisata yang layak bagi wisatawan.

Programnya yang lain seperti Pasar Desa, Satgas Anti Narkoba dan yang terbaru Dusun Bebas Bank Plecit, ia harapkan mampu berjalan bersinergis dan membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Ambar pun berharap nantinya akan bermunculan para local leader yang jujur dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, itulah kunci utama kesuksesannya membawa Ponjong.

Sumber: Nadia/FEB