Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) bekerjasama dengan Ikatan Bankir Indonesia (IBI) menyelenggarakan serial CEO Talk yang kali ini sekaligus juga merupakan program IBI Goes To Campus. Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni FEB UGM, Muhammad Edhie Purnawan, M.A, Ph.D dan Ketua Bidang Riset, Pengkajian, dan Publikasi IBI, Irwan M. Habsjah. Kali ini, CEO Talk menghadirkan Direktur Utama Bank Mandiri untuk menyampaikan (Talk) tacid knowledge kepada mahasiswa FEB UGM.

Kompetisi global perbankan adalah sebuah keniscayaan, ketika perekonomian indonesia semakin terbuka terhadap dunia. Karena itu, segala macam aturan lingkungan bisnis, dan kapabilitas institusi perbankan harus dipersiapkan dengan kuat agar persaingan bisa dimenangkan.

Exposure terhadap kompetisi global pada industri perbankan ini kecenderungannya mempersempit net interest rate margin dan memperkecil rate of return pada aset. Demikian pula, bank global competition ini akan berdampak kepada fee-to-income ratio dan pada akhirnya kepada profitability.

Namun demikian, sesuai ilmu yang disampaikan oleh mahaguru ilmu kompetisi Michael Porter, persaingan akan bisa dimenangkan kalau kita menguasai kekuatan-kekuatan untuk menang. Terlebih menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015, Indonesia harus dapat memenangkan persaingan juga pada bidang perbankan.

IBI berdiri pada tanggal 12 Desember 2005, yang merupakan hasil merger atau penggabungan antara dua lembaga yaitu Bankers Club Indonesia dan Institut Bankir Indonesia.

Visi dari Ikatan Bankir Indonesia adalah menjadi lembaga profesi para bankir yang bermanfaat bagi anggotanya dalam pengembangan profesionalisme, mendorong kegiatan perbankan yang sehat dan pelaksanaan tata kelola usaha yang baik dalam rangka membangun perekonomian nasional yang kuat.

Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan tersebut, IBI menjalankan misi sebagai berikut:

  1. Mewujudkan budaya yang mementingkan pemangku kepentingan dalam pembangunan sistem perbankan yang sehat dan produktif
  2. Memperkaya kapabilitas anggotanya dengan pembangunan karakter, pendidikan terarah dan berkesinambungan, dan partisipasi aktif dalam pengkinian pengalaman nasional dan internasional serta pengakuan masyarakat
  3. Memastikan bankir-bankir Indonesia memiliki kesetaraan profesionalisme, karakter dan kompetensi serta daya saing dalam menjalankan aktifitas perbankan yang sehat dan kokoh, baik dalam cakupan nasional maupun internasional
  4. Menjadi mitra profesional bagi otoritas perbankan dan pemerintah dalam membangun sistem perbankan yang sehat
  5. Menumbuhkembangkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan Indonesia

Sebagai wadah tunggal bagi para bankir di Indonesia, IBI sebagai mitra kerja regulator dalam pengembangan dan pembinaan profesionalisme bankir Indonesia, dituntut untuk lebih solid dan efektif dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Selain itu, IBI senantiasa menyuarakan aspirasinya secara berwibawa dan efektif, dengan terus menerus meningkatkan profesionalisme dan melaksanakan standar-standar etika organisasi, sehingga menumbuhkan komitmen profesi yang mampu membela profesi bankir serta meningkatkan citra bankir.

Salah satu program penting yang sedang dilaksanakan oleh IBI saat ini adalah program pengembangan profesi yang didasarkan pada kebutuhan pengembangan profesi bankir Indonesia, sehingga setiap bankir Indonesia memiliki dua kualifikasi utama yaitu kompetensi dan integritas.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi bankir, saat ini IBI telah mempetakan kompetensi bankir kedalam 9 bidang, yaitu Bidang Audit Intern Bank, Bidang Treasury, Bidang Wealth Management, Bidang Manajemen Risiko, Bidang General Banking, Bidang Compliance, Bidang Credit, Bidang Operation dan Bidang Funding & Services. Untuk melakukan program sertifikasi, IBI bersama pemangku kepentingan utama lainnya telah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan atau LSPP yang akan melaksanakan fungsi sertifikasi bankir di Indonesia. Diharapkan melalui pengembangan kompetensi yang dilaksanakan melalui program sertifikasi tersebut akan tercipta bankir yang handal dengan kesetaraan pengetahuan dan ketrampilan diantara bankir suatu bank dengan bank lain dan antara satu daerah dengan daerah yang lain.
Sedangkan untuk program peningkatan integritas, IBI telah menetapkan Kode Etik Bankir yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh bankir anggota IBI. Terkait dengan integritas para bankir, IBI juga mempunyai peran dalam memberikan rekomendasi kepada regulator bila terdapat anggota IBI yang akan menduduki jabatan tertentu di suatu bank.

Di tahun 2013 ini, IBI tetap berkomitmen untuk menjadi sarana utama bagi para bankir dalam menyampaikan ide dan kreativitas, serta menjadi partner bagi regulator dalam menentukan arah kebijakan perbankan di Indonesia. IBI telah mencanangkan berbagai program kerja yang terutama ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi bankir, agar tidak terjadi kesenjangan antara satu bank dengan bank yang lain dan antara satu daerah dengan daerah yang lainnya.

Masuk pada acara CEO Talk ini yakni penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Pihak IBI diwakili oleh Irwan M. Habsjah selaku Ketua Bidang Riset, Pengkajian, dan Publikasi dan FEB UGM diwakili oleh Muhammad Edhie Purnawan, M.A, Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni

Sumber: Edhie/FEB