Bicara mengenai pasar modal, tentunya tidak ada pihak yang lebih mengerti selain Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktur PT. Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Direktur PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Direktur PT. Danareksa Sekuritas. Tokoh regulator dan pemain utama dalam pasar modal Indonesia hadir ke kampus FEB UGM dalam Roadshow to Campus Memperingati 36 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (22/11).

M. Noor Rahman dari OJK  membuka sesi sore itu dengan menjelaskan mengenai peran dan fungsi OJK khususnya dalam kegiatan perdagangan di pasar modal. Noor Rahman, salah satu alumni FEB UGM, menjamin bahwa OJK sangat konsen dalam meregulasi setiap kegiatan yang ada di pasar modal sehingga setiap konsumen atau investror yang melakukan transaksi akan terlindungi hak dan kewajibannya. Selain itu OJK juga menjadi pihak yang turut terlibat dalam proses mengedukasi masyarakat terkait berinvestasi di pasar modal.

Setelah menjelaskan dari segi regulasi dan birokrasi, Ito Warsito, Direktur PT. BEI, menjelaskan proses di balik dapur dari pasar modal Indonesia. Ito mengunkapkan bahwa perkembangan pasar modal di Indonesia sangatlah baik. Hal ini ditunjukan dengan aktivitas perdagangan saham yang terus meningkat dalam enam tahun terakhir. "Frekuensi perdagangan saham meningkat delapan kali lipat, volume perdagangan meningkat tiga setengah kali lipat, sedangkan value perdagangan juga meningkat tiga setengah kali lipat," papar Ito. Namun sayangnya saat ini jumlah investor asing di pasar modal Indonesia lebih dominan di banding investor dalam negeri. Ito menyebutkan bahwa pada Oktober 2013 63,5% jumlah saham yang diperdagangkan dikuasai oleh investor asing.

Pihak lain yang juga terlibat dalam transaksi bursa di pasar modal adalah KPEI. Bambang Widodo, Direktur PT. KPEI, juga menjelaskan mengenai peran lembaga yang ia pimpin dalam kelancara transaksi di pasar modal. KPEI merupakan salah satu pihak yang memegang peran penting dalam pasar modal terkait jasa kliring dan penyelesaian transaksi. KPEI juga memiliki fungsi sebagai pihak yang menjamin apabila ada anggota bursa yang tidak bisa menyelesaikan kewajibannya. Hadir pula untuk melengkapi formasi, Direktur PT. KSEI, Sulistyo Budi. Sulistyo Budi memperkenalkan fungsi KSEI sebagai pihak yang melakukan penyimpanan dan penyelesaian transaksi. "KSEI memberikan fasilitas kepada investor untuk secara aman dan periodik melihat langsung portofolio yang dimiliki," jelas Sulistyo Budi, alumni FEB UGM angkatan 1979.

Sesi diakhiri oleh pemaparan dari Direktur PT. Danareksa Sekuritas, Marciano H. Hermanz sebagai pihak yang menjadi pemain di pasar modal. Selain menjelaskan mengenai prospek berinvestasi di pasar modal Indonesia yang cenderung akan terus mengalami peningkatan, Marciano juga memaparkan pada mahasiswa mengenai peluang karir di pasar modal seperti menjadi investment analyst, product manager, underwriter, broker, dan advisory. "Pasar modal Indonesia masih membutuhkan sumber daya yang banyak dan kompeten untuk menciptakan pasar modal yang jauh lebih baik lagi," ajak Marciano kepada mahasiswa untuk bergelut dalam dunia pasar modal Indonesia.

Sumber: Nia/FEB