IBM menurunkan 12 delegasi mereka untuk turut serta dalam melaksanakan program Corporate Service Corps di Yogyakarta. Dalam sambutannya pada acara Seminar "Meningkatkan Pertumbuhan Pengusaha Muda Indonesia" di Auditorium Magister Manajemen FEB UGM pada Senin, 3 Februari 2014, Presiden Direktur IBM Indonesia, Suryo Suwignjo menjelaskan bahwa program ini merupakan bukti dari kontribusi IBM pada upaya peningkatan pertumbuhan pengusaha muda di Indonesia. Pada pelaksanaannya, IBM menggandeng Universitas Gadjah Mada bersama dengan Asosiasi Bisnis AS - ASEAN, BAPPEDA Yogyakarta, Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPTA), dan Dinas Pariwisata Yogyakarta.

Program Corporate Service Corps ini sebenarnya telah dilaksanakan sejak 2008, dengan maksud membantu IBM dalam menyediakan pengembangan kepemimpinan yang berkualitas tinggi serta penyelesaian masalah bagi masyarakat dan organisasi-organisasi di negara-negara emerging markets.

Khusus pada Universitas Gadjah Mada, 3 orang delegasi IBM ditempatkan di Entrepreneurship Corner Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Mereka adalah Alberto Benitez (Meksiko), Claudia Callegari (Argentina), dan Jibu Kumar J.B. (India). Tujuan dari penempatan ketiga IBMers ini adalah untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan dan juga daya-saing para mahasiswa UGM di pasar kerja baik tingkat regional maupun global. Selama lebih dari 3 minggu, keberadaan para IBMers ini lebih spesifik menyasar pada hal-hal seperti bekerja sama untuk mengembangkan daya-saing regional dan global para lulusan UGM, memperbaharui program-program fakultas di bidang bisnis dan kewirausahaan, dan mengembangkan serta memperkaya program yang ada melalui IBM SME Toolkit.

Dalam presentasinya, ketiga delegasi IBM tersebut menjelaskan bahwa IBM SME Toolkit merupakan sebuah situs jaringan mutakhir yang bertujuan untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi di negara-negara underserved dan emerging markets. IBM SME Toolkit merupakan hasil kerjasama antara IBM dan International Finance Corporation (IFC) dalam mendukung usaha kecil di seluruh dunia sejak 2007.

Situs ini menyediakan akses gratis pada dasar-dasar pengetahuan bisnis, kolaborasi online, pelatihan kelas dunia, dan membantu para usaha kecil untuk 'go international' dengan menyediakan akses pasar yang terinci, investasi, dan informasi perdagangan. Selain gratis, IBM SME Toolkit juga merupakan situs yang open source, portal dengan berbagai bahasa, dan berisi sistem manajemen yang menitikberatkan peralatan teknologi kolaboratif serta pelatihan. Secara umum, IBM, IFC dan para mitra bekerja bersama untuk menyediakan bimbingan kepada para wirausaha dan usaha kecil tentang bagaimana melaksanakan praktik-praktik manajemen bisnis yang berkelanjutan, khususnya di bidang keuangan, akuntansi, bisnis internasional, pemasaran, sumberdaya manusia dan asuransi.

Lebih khusus, para IBMers mengarahkan pengembangan kewirausahaan melalui integrasi IBM SME Toolkit ke dalam Kurikulum Kewirausahaan di fakultas-fakultas yang ada.

Pada tahap awal, ketiga delegasi IBM tersebut merekomendasikan 3 pendekatan yang sebaiknya dipertimbangkan oleh UGM dalam membentuk kapabilitas dan pengembangan soft skills yang lebih kuat:

  1. Kolaborasi
    Memfasilitasi kolaborasi sosial (misalnya blogs, forums, repositories) antar mahasiswa baik dalam mata-kuliah yang sama maupun yang berbeda, antar mahasiswa baik dalam fakultas yang sama maupun yang berbeda, serta kolaborasi antar dosen dan mahasiswa. Sasarannya adalah mempromosikan pembentukan komunitas internal, mengurangi tekanan dan ketegangan yang mungkin dialami oleh mahasiswa ketika menjalani mata-kuliah tersebut, meningkatkan jaringan di dalam dan antar fakultas, serta merumuskan dasar untuk program mentoring. Targetnya adalah para dosen dan mahasiswa UGM.
  2. Mentoring
    Pelaksanaan program-program mentoring formal antar mahasiswa di fakultas yang sama, mahasiswa antar fakultas, serta antar dosen dan mahasiswa. Tujuan pelaksanaan program mentoring adalah untuk mengembangkan core dan soft skills, mengurangi tekanan dan ketegangan yang mungkin dialami oleh mahasiswa ketika menjalani matakuliah tersebut, meningkatkan network di dalam dan antar fakultas, merasakan perbedaan budaya, dan menjadi kian handal melalui proses pembelajaran. Target program mentoring ini adalah para dosen dan mahasiswa UGM.
  3. Motivasi
    Artikulasi dari kegiatan-kegiatan motivasi tambahan, misalnya melalui sesi-sesi 'Lessons learned' (mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan), dan 'Hall of Fame' para lulusan kelas-kelas Kewirausahaan yang telah sukses. Tujuannya adalah untuk meningkatkan motivasi, menjaga tingkat kehadiran kuliah, meningkat soft skills mahasiswa, memperkaya jaringan, dan pengarahan melalui contoh-contoh. Target program mentoring ini adalah para mahasiswa UGM.

Lebih lanjut, ketiga delegasi IBM ini juga akan melakukan kunjungan di kelas-kelas Kewirausahaan, wawancara dengan para mahasiswa di kelas tersebut, membuat pengukuran pengembangan yang telah dibuat pada kurikulum Kewirausahaan selama keberadaan mereka di UGM.

Sumber: Kantor Pubilkasi FEB UGM