Tiga mahasiswa FEB berhasil memborong dalam ajang Lomba Debat yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), yaitu Nurul Wakhidah (Mahasiswa Ilmu Ekonomi 2011), Dyah Pritadjati (Mahasiswa Ilmu Ekonomi 2010), dan Setia Adi Nugraha (Mahasiswa Ilmu Ekonomi 2011) menjadi wakil dari UGM. Kompetisi ini berlangsung pada hari Selasa, 3 Juni 2014 di Hotel Aryaduta, Jakarta. Dalam kompetisi tersebut Tim UGM mampu meraih Juara the 3rd best speaker atas nama Nurul Wakhidah, the most favorite speaker atas nama Dyah Pritadjati, dan the best team work.

Dalam kesempatan tersebut Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Kolaborasi, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat, yang juga sebagai dosen pembimbing turut hadir dan membimbing langsung pada lomba yang berlangsung di Jakarta tersebut. Tim UGM juga mendapatkan dukungan langsung dari mahasiswa anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UGM yang sekaligus melakukan program kerja studi banding di beberapa Universitas dan Institusi di Jakarta dan Bandung.

Lomba ini merupakan bagian dari sosialisasi dan pemasyarakatan otoritas yang baru berdiri di Indonesia ini di kalangan mahasiswa. Dalam lomba tersebut, Tim UGM berhadapan dengan Tim Universitas Indonesia. Debat dengan konsep modern ini menggodog masalah yang aktual tentang keberadaan OJK. Terdapat 10 mosi debat yang wajib dipelajari oleh kedua tim yang kemudian dikerucutkan menjadi 2 mosi.

Mosi Pertama adalah “OJK mampu mengawasi lembaga keuangan secara terintegrasi”. Tim UGM menjadi tim kontra dalam mosi ini. Kemudian, mosi kedua adalah “OJK mampu melakukan perlindungan konsumen dengan baik”. Pada kali ini, tim UGM menjadi tim pro.

Debat berlangsung sangat panas dan menarik karena semua pembicara dalam tim bebas untuk melakukan sanggahan. Tim UGM cukup puas dengan prestasi yang mereka raih. “Ini adalah kali pertama saya dan teman-teman mengikuti perlombaan dengan bentuk debat seperti ini, biasanya lomba yang sering kami ikuti adalah paper competition, sehingga saya sangat senang sekali dapat membawa nama baik FEB dan UGM” tukas Dyah.

Ia juga menambahkan bahwa ia dan teman-teman sangat beruntung sekali dapat mengikuti lomba ini karena dapat bertemu langsung dan berdiskusi dengan banyak tokoh terkemuka. Acara tersebut dibuka oleh Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S. Soetiono. Kemudian, bertindak sebagai dewan juri antara lain, Profesor Adler Manurung dan Dr. Jerry M serta juri dari pihak OJK Dr. Djonieri.

Dyah merasa kemampuan mahasiswa dalam berdebat ilmiah masih perlu ditingkatkan agar lebih mantap bersaing dengan universitas lain. Harapannya, budaya debat ilmiah semakin digalakkan baik di level kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)/Lembaga Kemahasiswaa (LK) maupun fakultas atau universitas.

Atas torehan juara tersebut mereka berhak membawa pulang trofi, sertifikat, dan uang pembinaan. Tidak hanya itu, fakultas juga memberikan penghargaan berupa uang pembinaan. Hal ini merupakan komitmen fakultas untuk menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan mahasiswa FEB.

Sumber: Ibe/FEB