Unversitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan sosialisasi pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada jajaran kepala sekolah SMA/SMK/MA/MAK se-DIY di Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (31/12). Sosialisasi tersebut dimaksudkan agar setiap sekolah menengah mengisikan data prestasi siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) agar para siswa bisa mengikuti SNMPTN. “Sekolah yang siswanya diperbolehkan mengikuti SNMPTN adalah sekolah yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengikuti ujian nasional,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UGM, Prof. dr. Iwan Dwi Prahasto, M.Med.Sc., Ph.D.

Keikutsertaan sekolah untuk mengikuti Seleksi Nasional ini kata Iwan sangat bergantung dari keaktifan sekolah dan siswanya dalam mengikuti aturan yang ditetapkan panitia SNMPTN. “Kesalahan kecil yang dilakukan kepala sekolah dan mengabaikan sistem, berdampak siswa gagal mendaftar. Karenanya mekanisme ini perlu disampaikan kepada seluruh guru dan siswa di sekolah masing-masing,” tuturnya.

Iwan Dwi Prahasto menerangkan, prasyarat dan pelaksanaan SNMPTN 2014 tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan pada tahun SNMPTN 2013. Bahkan biaya seleksi masih ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Direktur Akademik UGM, Dr. Agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih mengatakan, hal yang perlu diperhatikan dalam pengisian PDSS, kepala Sekolah harus bertanggung jawab penuh atas pengisian PDSS. “Kejujuran sangat diharapkan dalam proses ini,” tegasnya.

Namun begitu, siswa diharuskan melakukan verifikasi data untuk mengkonfirmasi bahwa data yang diisikan oleh Kepala Sekolah adalah benar. Jika siswa tidak melakukan verifikasi, secara otomatis data yang diisikan oleh Kepala Sekolah dianggap benar. “Untuk itu, dalam mengisikan data di PDSS sekolah tidak terlalu dekat dengan penutupan, agar siswa memperoleh waktu yang cukup untuk verifikasi,” ujarnya.

Adapun, siswa yang berhak mengikuti SNMPTN, kata Peni, adalah yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PDSS, mengikuti ujian nasional pada tahun 2013 atau 2014, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar di PDSS, serta memiliki nilai rapor semester 1 sampai semester 5 yang diisikan datanya ke PDSS.

Berbeda dengan SNMPTN 2013, imbuhnya, pada tahun 2014 setiap siswa dapat memilih sebanyak-banyaknya tiga program studi di dua PTN dengan ketentuan di satu PTN memilih maksimal dua program studi.” Apabila memilih dua PTN, salah satunya harus berada di provinsi yang sama dengan asal sekolah, Jika memilih satu PTN dapat di mana saja,” katanya.

Jadwal resmi untuk pengisian PDSS dimulai pada 6 Januari – 6 Maret 2014. Pendaftaran SNMPTN dilaksanakan pada 17 Februari – 31 Maret 2014. Sedangkan proses seleksi dilakukan pada 1 April – 26 Mei 2014 dan pengumuman  27 Mei 2014.

Peni menambahkan bahwa pada tahun 2014 UGM akan menerima 6.606 mahasiswa baru jenjang sarjana reguler. Jumlah tersebut dialokasikan dalam tiga jalur penerimaan yaitu SNMPTN sebanyak 3.316, SBMPTN sebanyak 2.033, dan ujian mandiri UGM sebesar 1.257.

Sumber: Gusti/UGM