Perusahaan terbaik selalu mencari orang-orang terbaik. Hal itulah yang menjadi motivasi McKinsey & Company untuk mengadakan sesi sharing and recuriiment di FEB UGM pada Jum’at (3/10) kemarin. Ini adalah kunjungan kedua perusahaan tersebut ke FEB UGM. Tujuannya adalah mencari orang-orang terbaik untuk bekerja di kantor konsultan McKinsey.

McKinsey & Company adalah salah satu kantor konsultan terbaik di dunia. McKinsey juga disebut oleh Vault Consulting Ranking sebagai kantor konsultan nomor 1 di dunia, mengalahkan Boston Consulting Firm dan Bain & Company pada tahun 2014.

Sesi pertama acara ini diawali dengan pengenalan siapa McKinsey dan apa yang dikerjakan oleh para konsultannya. Menjadi yang terbaik adalah visi yang selalu dipegang teguh olehnya. McKinsey menciptakan lingkungan yang sangat baik untuk membangun kapabilitas konsultannya. Namun, mereka  juga harus bekerja keras untuk berkompetisi sekaligus bekerja sama dengan orang-orang terbaik di lingkungan McKinsey. McKinsey hanya merekrut “the best of the best”.

“Tidak hanya lulusan UI, ITB, maupun UGM yang akan Anda temui di McKinsey. Bahkan di Jakarta Anda akan bertemu dengan lulusan Harvard, MIT, dan universitas paling top di dunia!” ujar Edison saat mempresentasikan profil McKinsey.

“Kami selalu mencari orang-orang yang percaya diri, optimis, dan excellent,” kata Tyas, recruiter untuk McKinsey region Asia Tenggara.

Sesi sharing dilanjutkan dengan PST (Problem Solving Test) untuk para pendaftar yang sudah mengirimkan CV-nya dan memperoleh invitation dari manajer SDM McKinsey. Orang-orang yang dipilih untuk mengikuti PST adalah mereka yang memiliki IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tinggi dan para mahasiswa terbaik di angkatannya.

McKinsey akan kembali mengunjungi FEB UGM pada bulan Maret. Pada bulan tersebut, McKinsey juga akan membuka kesempatan bagi mahasiswa yang ingin bergabung dalam forum Young Leaders for Indonesia (YLI), sebuah forum yang diinisiasi oleh McKinsey untuk membangun pemimpin masa depan Indonesia.

“YLI adalah bentuk komitmen dari McKinsey untuk memberikan dampak positif bagi Indonesia,” kata Ghufron, konsultan McKinsey.

Sumber: Lay/FEB