Saat ini, dunia telah semakin terintegrasi. Going global sudah bukan lagi menjadi hal yang harus dihindari, apalagi ditakuti. Menjadi global merupakan hal yang seharusnya dilakukan, terutama oleh mahasiswa. Sebagai salah satu sekolah bisnis terbaik di dunia, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM memiliki empat pilar untuk mengakomodir hal tersebut. Keempat pilar ini adalah excelence, softskill, internasionalisasi, dan networking.

Dalam Ambassador Talk The Walk (6/10/14) silam diulas berbagai hal yang berkaitan dengan being global. Hadir sebagai pembicara, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Abu Dhabi dan United Arab Emirates (UAE), H.E. Mr. Salman Al Farisi dan Duta Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Rusia dan Belarus, H.E. Mr. Djauhari Oratmangun. Keduanya merupakan lulusan FEB UGM yang berkecimpung dalam dunia diplomasi internasional. Keduanya sepakat bahwa lulusan ekonomi sangat mungkin menjadi diplomat karena tidak ada yang tidak mungkin. “Dunia diplomasi tidak sesulit ekonometri,” canda Salman.

Sebagai diplomat, keduanya juga harus dapat melihat potensi yang dimiliki oleh negara tempat mereka ditugaskan. Selain itu, mereka juga harus dapat melihat berbagai kesempatan yang ada. Hal ini dilakukan agar tercipta kerjasama antar kedua negara, yakni Indonesia dan UAE atau Indonesia dan Rusia. “We are surrounded by opportunities (kita dikelilingi berbagai kesempatan-red),” ujar Djauhari.

Selain itu, keduanya juga memotivasi mahasiswa untuk tidak takut menghadapi globalisasi, apalagi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Djauhari menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar sehingga tidak ada yang perlu ditakuti. Salman menyarankan agar mahasiswa menguasai bahasa internasional agar menjadi lebih percaya diri. Biar bagaimanapun, komunikasi merupakan kunci utama dalam interaksi internasional.

Sumber: Nadia-Fitri/FEB