Pada hari Jumat (8/5) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM mengadakan kuliah umum dengan tema, "Inclusive Growth: How to Promote It?". Narasumber acara ini adalah Kalpana Kochhar (Deputy Director, Asia and Pacific Department IMF), dan moderatornya adalah M. Edhie Purnawan (Dosen FEB UGM). Acara ini berdurasi dua jam, dan bertempat di Ruang Kertanegara FEB UGM.

Tren perubahan teknologi, globalisasi, dan meningkatnya angkatan kerja telah memicu meningkatnya kesejahteraan dan pertumbuhan secara global. Banyak emerging market dan negara berkembang menikmati pertumbuhan yang pesat. Negara maju mendapatkan keuntungan yang lebih dari turunnya harga. Sayangnya, tren ini turut berkontribusi dalam memunculkan kesenjangan pendapatan dalam negara-negara tersebut. Antara penduduk miskin dan penduduk kaya dalam suatu negara dipisahkan oleh gap yang besar. Untuk negara berkembang, solusi yang ditawarkan adalah dengan memperbaiki kualitas pendidikan, kesehatan, dan akses keuangan. Sementara untuk negara maju, solusinya adalah dengan globalisasi keuangan dan peningkatan ketrampilan tenaga kerja.

Pertumbuhan emerging market di tahun 2000an berhasil melebihi pertumbuhan di advanced market. Hal ini dikarenakan banyaknya partner dagang dan berkembangnya rantai pasokan yang dimiliki oleh emerging market, dan pendanaan eksternal yang mudah didapatkan. Sayangnya pasca krisis keuangan global, pertumbuhan di emerging market mengalami penurunan. Aturan yang dapat dibuat untuk mempertahankan pertumbuhan di emerging market: melakukan reformasi struktural dan meningkatkan partisipasi dalam pasar tenaga kerja.

Sumber: Arlina/FEB