Berbagai acara digelar untuk merayakan Lustrum ke-XII Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, antara lain adalah donor darah dan bakti sosial. Pada hari Jumat (4/9), dua kegiatan dalam bidang sosial kemasyarakatan ini diselenggarakan pada waktu yang bersamaan. Donor darah berlokasi di selasar FEB UGM, sementara bakti sosial berlangsung di SDN 2 Joho, Prambanan, Klaten. Acara ini merupakan kerja sama fakultas dengan berbagai pihak, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dosen,karyawan, dan PMI.

Taufikur Rahman, M.B.A. dosen FEB sekaligus panitia donor darah, mengungkapkan bahwa donor darah ini diselenggarakan dengan tujuan mengakomodasi antusiasme masyarakat untuk membantu sesama. Hal ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Sejak tahun lalu, kantong darah yang berhasil dikumpulkan melebihi kapasitas yang disediakan oleh PMI. Ia menambahkan bahwa FEB UGM akan terus berkomitmen untuk menyeenggarakan kegiatan-kegiatan sosial.

Donor darah yang dimulai pada pukul 08.00 pagi itu mendapat perhatian yang cukup besar dari masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar yang melebihi 100 orang di awal pembukaan pendaftaran. Para pendonor berasal dari berbagai kalangan, antara lain dosen, mahasiswa, dan masyarakat sekitar. Taufik mengatakan, antusiasme masyarakat ini tidak terlepas dari publikasi yang gencar baik melalui spanduk maupun media sosial.  Panitia berharap, donor darah ini memiliki manfaat bagi para pendonor itu sendiri dan orang yang membutuhkan.

Bersamaan dengan donor darah, bakti sosial juga diadakan di daerah Prambanan, Jawa Tengah, tepatnya di SDN 2 Joho, Prambanan, Klaten. Bakti sosial tersebut melibatkan mahasiswa yang memberi inspirasi pada anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar. Menurut Taufik, acara ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak di lokasi terpencil untuk dapat bermimpi setinggi mungkin dan menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Selain itu, kelas inspirasi ini ingin memberikan gambaran mengenai dunia perkuliahan dan apa saja yang dapat dilakukan ketika lulus nanti.

Bakti sosial tidak hanya diisi dengan kelas inspirasi, tetapi juga diwarnai dengan acara pembagian buku-buku menginspirasi. Buku-buku yang dibagikan adalah sumbangan baik dari mahasiswa,dosen, ataupun karyawan. Selain itu, ada juga pembagian makanan dan minuman sehat yang bertujuan untuk mengenalkan anak-anak untuk hidup sehat.

Sumber: Ayya/FEB