UGM kembali mengadakan UGM Expo 2015, 28 September hingga 2 Oktober 2015. UGM Expo 2015 yang dipusatkan di Grha Sabha Pramana ini mengusung tema Sinergi Pengetahuan dari Hulu ke Hilir. Ketua Panitia UGM Expo 2015, Prof. Dr. Harno Dwi Pranowo, M.Si mengatakan sinergi merupakan perwakilan keberagaman disiplin ilmu di UGM. Untuk mensinergikan semua lini keilmuan, UGM Expo 2015 diatur berdasarkan zonasi.

"Ada 8 zona, yaitu zona science dan technopark, kedaulatan pangan, energi, tata kelola dan kearifan lokal, kesehatan dan obat, bencana dan lingkungan, zona unsur penunjang universitas dan zona market places," papar Harno, Senin (28/9).

Harno menambahkan zonasi tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat sinergi antar fakultas. Sinergi menjadi bagian dari satu tubuh beberapa disiplin ilmu yang ada di UGM untuk melangkah bersama dalam memberi kontribusi bagi bangsa.

"Tema ini juga kita selaraskan dengan tema dies natalis UGM ke-66 yang pada akhirnya akan menentukan kontribusi UGM bagi bangsa," paparnya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Suratman mengatakan melalui UGM Expo 2015 diharapkan bisa mengekplorasi hasil-hasil temuan dan riset UGM kepada masyarakat maupun dunia industri. Pelaksanaan UGM Expo 2015 juga sejalan dengan nilai-nilai UGM sebagai universitas perjuangan, Pancasila, kerakyatan, nasionalisme dan kebudayaan.

"Itu dasar penerapan edukasi di UGM. Kalau dulu kita adakan per fakultas saat ini sudah tematik," kata Suratman.

UGM Expo 2015, kata Suratman, akan menjadi ajang kerja sama antara UGM dengan pemerintah, industri, dunia bisnis dan masyarakat.

Dalam pembukaan UGM Expo 2015 kali ini juga disertai penyerahan secara simbolis MoU antara UGM dengan Taman Satwa Jurug Surakarta, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, serta Dinas Perinustrian, Perdagangan dan Koperasi Sleman. Selain itu juga dilakukan penandatangan MoU antara Sekolah Vokasi UGM dengan PT. Indonesia Power tentang Ikatan Dinas Mahasiswa Sekolah Vokasi UGM. Disamping itu juga ada penyerahan dua buku tentang Keistimewaan Yogyakarta dari Sudut Pandang Geomorfologi dan Keistimewaan Lingkungan DIY terbitan BPP UGM yang diserahkan kepada Bupati Purworejo, Drs. H. Mahsun Zain M.Ag.

Sumber:: Satria/UGM