Jumat (24/2), Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali memperkuat kerjasama yang telah disepakati beberapa tahun yang lalu. Acara yang bertempat di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo, Gedung Magister Manajemen UGM bertajuk Kuliah Umum Kebanksentralan: Outlook Tantangan dan Arah Kebijakan 2017. Bank Indonesia menghadirkan acara kuliah umum sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman di bidang Tridharma.

Acara tersebut diisi oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Ph, D. serta Komisi XI DPR RI, Ir. Muhammad Prakosa, Ph.D. dan dihadiri oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Dr. Paripurna, Kepala BI Institute, perwakilan Kepala Bank Indonesia se-DIY-Jateng serta dimoderatori oleh Eko Suwardi selaku Dekan FEB UGM.

Acara kuliah umum diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati dan Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo. Acara kemudian dilanjutkan oleh pertukaran Token of Appreciation antara UGM dan Bank Indonesia.

“Kerjasama dengan UGM sudah dilakukan sejak tahun 2003 dengan merintis mata kuliah Kebanksentralan di FEB UGM. Bahkan sejauh ini sudah ada 73 perguruan tinggi yang mengikuti.” tutur Perry. Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk memberikan bantuan biaya pendidikan dalam program beasiswa penelitian serta membuka program magang atau internship di Bank Indonesia bagi mahasiswa UGM.

Dalam kuliah umumnya, Perry membahas bagaimana kebijakan Bank Indonesia terhadap ekonomi Indonesia ke depannya. Sedangkan, Muhammad Prakosa lebih membahas bagaimana peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pembangunan di Indonesia. Kuliah umum diikuti ratusan peserta yang antusias memenuhi Auditorium MM UGM. Acara ini diharapkan semakin meningkatkan kerjasama antara akademisi dan praktisi kebijakan sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing yang tinggi di kancah global.

Sumber: Acha/FEB UGM
Foto : Rayhan/FEB UGM