Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, sekelompok mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menghadirkan inovasi kuliner yang memadukan cita rasa, nilai gizi, dan kepedulian lingkungan.
Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali meraih prestasi di kancah nasional.
Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih juara dua dalam Vetra Stock Competition (Equity Research Competition) 2025 yang diselenggarakan oleh UPN “Veteran” Jakarta pada 25 Oktober 2025.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Sustainability and Strategic Initiatives Unit (SSIU) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dalam upaya pengembangan Sustainable Business School Framework (SBSF) dan penyusunan Sustainability Report FEB UGM, Rabu 19 Oktober 2025.
Kepala SSIU FEB UGM, Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D., (CSP)., menyampaikan kegiatan FGD ini dilaksanakan untuk memperoleh masukan dan penyelarasan dari masing-masing unit terkait implementasi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi serta praktik operasional fakultas.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) terus menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui berbagai inisiatif ramah lingkungan.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menyelenggarakan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran pada Jumat (17/10) di Kampus Magister Manajemen FEB UGM Yogyakarta.
Oleh Elan Satriawan & Wisnu Setiadi Nugroho
Departemen Ilmu Ekonomi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam visi Asta Cita untuk Indonesia Emas 2045.
Pernahkah Anda berdiri di depan meja buffet dan merasa takjub pada barisan makanan yang seolah tiada habisnya? Namun, pernahkah Anda sadar, bahwa kekaguman itu sering berubah menjadi piring yang terlalu penuh.
Di balik keindahan motif batik yang lahir dari tradisi turun-temurun, tersimpan dilema besar yaitu limbah pewarna kimia yang kerap mencemari sungai di sekitar sentra produksi.
Bisakah kami membantu Anda?