Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada terus berupaya meningkatkan kualitas program pendidikan agar tetap menjadi sekolah bisnis di Indonesia yang bereputasi global dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa. Sejak berdiri pada 2 Juli 1988 silam MM FEB UGM telah banyak berkiprah dalam membangun dan mengembangkan potensi bangsa lewat jalur pendidikan.

Memperingati dies natalis ke-28 MM FEB UGM mengusung tema "Innovation for Impact". Berusaha menghasilkan lebih banyak inovasi untuk memajukan bangsa melalui bidang ilmu manajemen. Kepala Program Studi (Kaprodi) MM FEB UGM Kampus Yogyakarta, T.Hani Handoko,M.B.A.,Ph.D., mengatakan MM FEB UGM yang memiliki kampus di Yogyakarta dan Jakarta telah mengalami banyak perkembangan selama 28 tahun terakhir. Kedepan pihaknya akan terus berbenah diri untuk meningkatkan kualitas program pendidikan. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan program pendidikan dalam upaya mempertahankan capaian akreditasi internasional dari Association to Advance Collegiate School of Business (AACSB).

"Kita akan mengembangkan program pendidikan dengan melakukan redesain kurikulum, penerapan sistim blok, redesain mata kuliah, serta meningkatkan kerjasama dengan industri baik dalam maupun luar negeri," urainya, Sabtu (2/7) saat peringatan dies di MM FEB UGM.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa berkomunikasi secara profesional. Disamping itu juga semakin mengukuhkan posisi MM FEB UGM sebagai salah satu sekolah bisnis di Indonesia yang bereputasi global. Saat ini MM FEB UGM memiliki 2.317 mahasiswa aktif dan 9.841 alumni. Belum lama telah membuka program internasional yang diselenggarakan di kampus Jakarta.

"Pembukaan program internasional ini terkait dengan flag ship MM FEB di dunia internasional," jelasnya.

Untuk meningkatkan program pendidikan, Hani menyampaikan MM FEB UGM saat ini telah bermitra dengan 35 universitas di luar negeri. Selain itu membuka program dual degree dengan sejumlah perguruan tinggi asing di Australia, Belanda, Inggris, Jerman dan lainnya. Rencananya kedepan juga akan membuka program dual degree bermitra dengan Queen Mary University of London dan University of Nottingham.

Sementara Dekan MM FEB UGM, Prof. Wihana Kirana Jaya,M.Soc.Sc., Ph.D., berharap kedepan MM FEB UGM dapat terus meningkatkan inovasi dan kontribusi terhadap kemajuan bangsa. Ditengah perubahan status menjadi program studi MM FEB UGM diharapkan dapat dengan cepat beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Kapasitas internal harus terus dibangun dan menyiapkan visi, misi, nilai disesuaikan dengan kebutuhan di masyarakat.

Wihana menyebutkan bahwa lingkungan ekonomi dan bisnis saat ini telah berubah dengan cepat. Karenanya, arah pengembangan kurikulum disesuaikan dengan perkembangan komunikasi, teknologi, serta kebutuhan masa depan. Dalam peringatan dies tersebut turut disampaikan penghargaan masa bakti kepada sejumlah karyawan. Selain itu juga diberikan pula penghargaan karyawan teladan di lingkungan MM FEB UGM dan Wisma MM UGM.

Sumber: ugm.ac.id