Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berduka. Dosen Purnatugas Departemen Akuntansi, Drs. Placidus Sudibyo, M.Sc., tutup usia pada Sabtu, 17 Januari 2025 pada usia 75 tahun di RS Fatmawati, Jakarta. Selanjutnya almarhum dimakamkan pada Minggu, 18 Januari 2026 di Pemakaman Cilandak Selatan, Jakarta.
Dekan FEB UGM, Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya Drs. Placidus Sudibyo, M.Sc., sosok yang berkontribusi dalam pengembangan dunia pendidikan, khususnya bidang akuntansi.
“Atas nama keluarga besar FEB UGM, kami menyampaikan belasungkawa. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Didi.
Dr. Hardo Basuki, M.Soc. Sc., CSA., CA., sebagai kolega di Departemen Akuntansi FEB UGM mengaku kehilangan seorang teman, sahabat, sekaligus guru yang sangat baik.
“Almarhum Mas Placidus Sudibyo adalah seorang pribadi yang sepanjang hidupnya saya kenal karena ketulusan, kedermawanan, dan kebaikan hatinya,” kenangnya.
Masih lekat dalam ingatan Hardo saat ia masih menjadi staf pengajar baru pada angkatan 1976, almarhum yang merupakan ataf pengajar angkatan 1973 hadir sebagai sahabat dan kakak yang membimbing adik-adiknya yang lebih muda. Beliau bukan hanya sosok yang hadir secara fisik, tetapi hadir dengan rasa nyaman dan humor yang tinggi.
Hardo mengatakan sekitar tahun 1990-an, Pak Placidus rutin bermain bulutangkis bersama teman-teman dosen dan juga mahasiswa di Gedung Olahraga AA YKPN di Balapan, Yogyakarta. Di sela-sela permainan, candaan khasnya selalu mengundang tawa. Usai berolahraga beliau menjajakan teman-teman makan gudeg lesehan di depan Toko Obat Malaya, Jl. Urip Sumoharjo.
“Beliau sangat dermawan, tidak diukur dari besar kecilnya harta, melainkan dari besarnya empati yang diberikan,” jelasnya.
Ketulusan itu terasa dalam tindakan-tindakan kecil seperti membantu tanpa diminta dan memberi rasa senang dan nyaman dengan guyonan khas Yogyakarta.Nilai-nilai inilah yang menjadikan almarhum begitu lekat di hati banyak orang.
“Sugeng kundur Mas Sudibyo, terima kasih telah mengajarkan kebaikan, kepedulian, dan arti persahabatan,” tuturnya.
Sementara itu, Guru Besar Departemen Akuntansi FEB UGM, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak., CA., mengungkapkan Drs. Placidus Sudibyo merupakan dosen yang baik dan menjadi pembimbing skripsinya saat menempuh studi S1.
“Pak Placidus adalah motivator bagi mahasiswa untuk banyak belajar dan berjuang keras meraih kesuksesan. Selamat jalan dosenku yg murah senyum dan rendah hati,” ucapnya.
Kenangan tentang keteladanan Drs. Placidus Sudibyo, M.Sc., juga datang dari Guru Besar Ilmu Ekonomi FEB UGM, Prof. Dr. Catur Sugiyanto, M.A., yang mengenal almarhum sejak awal pengabdiannya sebagai dosen.
Catur mengenang Drs. Placidus Sudibyo, M.Sc., sejak tahun 1987, ketika ia baru menjadi dosen muda. Kala itu fakultas memiliki program fasilitasi rumah bagi para pengajar baru. Ia dan Mas Dib, begitu Catur biasa menyapa Placidus Sudibyo, bersama beberapa dosen baru tinggal dalam satu atap di Pik Gondang, daerah utara Sawitsari, Condongcatur, Sleman.
Di mata Catur, Mas Dib bukan hanya rekan kerja, tetapi juga sosok yang membesarkan hati dan menumbuhkan keberanian. Ia menjadi figur penting yang mendorong kolega-koleganya untuk melangkah lebih jauh menempuh studi lanjut ke luar negeri.
“Mas Dib membesarkan hati kami hingga berani kuliah di luar negeri. Saya dan Akhmad Makhfatih lanjut S2 di Kanada serta Hargo Utomo di Amerika Serikat. Masih pakai surat via Pos, Mas Dib membersamai kami,” tuturnya.
Sekembalinya dari Kanada, Placidus Sudibyo tetap menjadi mentor setia, terutama pada masa akhir periode Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi (PAU SE) di Jalan Teknika Utara Barek. Di masa itu, almarhum dikenal piawai membimbing kolega muda menghadapi birokrasi, membaca peluang, dan melangkah strategis dengan gaya khasnya yang lugas dan berani.
Keseriusan dan kejelian Drs. Placidus sudibyo, M.Sc., dalam merespons call for proposal turut berperan dalam pendanaan PAU hingga berkembang menjadi Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik (PSEKP). Melalui PSEKP dan dukungan dana URGE (University Research and Graduate Education) dari World Bank, sejumlah dosen kembali mendapat kesempatan melanjutkan studi doktoral.
“Mas Dib selalu bilang, mbuh piye, mengko mesthi iso (entah bagaimana, kedepan pasti akan bisa dijalani),” ujarnya sembari menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan almarhum sejak awal mengabdi di FEB UGM.
Drs. Placidus Sudibyo, M.Sc., lahir di Yogyakarta, 5 Oktober 1950. Beliau menyelesaikan studi program sarjana pada tahun 1980 dan meraih gelar master dari University of Albany, USA pada tahun 1987. Perjalanan karirnya sebagai dosen di FEB UGM dimulai pada tahun 1981 dan purnatugas pada 2008.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum