Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menerima kunjungan delegasi FEB Universitas Mercu Buana (UMB), Jakarta dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil, Kediri dalam rangka berbagi praktik baik pengelolaan perguruan tinggi. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kertanegara FEB UGM pada Rabu (29/07/2026) ini menjadi ajang diskusi mengenai pengelolaan program internasional, penjaminan mutu, akademik, penelitian, kemahasiswaan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Delegasi kedua perguruan tinggi diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, Ph.D., beserta jajaran pimpinan dan tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Gumilang menyampaikan bahwa FEB UGM selalu terbuka untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan institusi. Ia memaparkan berbagai praktik baik yang telah diterapkan FEB UGM, mulai dari pengelolaan akademik, kemahasiswaan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, hingga strategi internasionalisasi.
Ia juga menjelaskan bahwa FEB UGM telah memperoleh akreditasi internasional AACSB sejak 2014 dan pada 2025 seluruh 14 program studi di lingkungan fakultas berhasil meraih akreditasi LAMEMBA. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjalankan misi untuk menyiapkan pemimpin masa depan di bidang ekonomi dan bisnis yang mampu mendorong keberlanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, FEB UGM juga berbagi pengalaman mengenai pengelolaan administrasi akademik, sistem penjaminan mutu, tata kelola kepegawaian, serta pengembangan program internasional yang menjadi salah satu fokus pengembangan fakultas.
Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Ristek Universitas Mercu Buana Jakarta, Dr. Erna Setiany, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan bagi UMB untuk mempelajari praktik baik yang telah diterapkan FEB UGM, khususnya dalam pengelolaan International Undergraduate Program (IUP).
Ia menjelaskan bahwa UMB telah mengembangkan kelas internasional sejak 2015 pada Program Studi Manajemen, kemudian diperluas ke Program Studi Akuntansi pada 2023. Ke depan, UMB berkomitmen mengembangkan kelas internasional di lebih banyak program studi.
“Kami ingin belajar mengenai praktik terbaik pengelolaan IUP di FEB UGM agar pengembangan kelas internasional di Universitas Mercu Buana dapat berjalan lebih optimal. Selain itu, kami juga melihat adanya peluang untuk membangun mobilitas mahasiswa dan memperluas kerja sama akademik dengan FEB UGM,” ujarnya.
Selain pengelolaan program internasional, UMB Jakarta juga menyampaikan keinginan untuk menjalin kolaborasi di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra global.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Syekh Wasil Kediri, Dr. H. Imam Annas Mushlihin, M.HI., menyampaikan bahwa fakultas yang dipimpinnya baru berdiri pada 2018 sehingga masih terus memperkuat tata kelola kelembagaan.
Ia mengatakan bahwa kunjungan ke FEB UGM bertujuan untuk mempelajari penguatan sistem internal, khususnya dalam persiapan pengajuan akreditasi LAMEMBA, pengelolaan penjaminan mutu, layanan kemahasiswaan, serta pengembangan hubungan dengan alumni.
“Kami berharap dapat memperoleh banyak pembelajaran dari pengalaman FEB UGM,” ungkapnya.
Melalui kunjungan ini, FEB UGM kembali menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia melalui berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi antar institusi, serta mendorong lahirnya berbagai inisiatif bersama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
