Sebanyak 104 peserta yang terdiri dari staf profesional, dosen, dan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mengikuti lomba memancing dalam rangkaian agenda Dies Natalis ke-71 FEB UGM. Kegiatan bertajuk FEB UGM Mancing Mania yang berlangsung pada Sabtu (29/8) di Kolam Patukan, Ambarketawang, Gamping, Sleman ini menjadi ajang kompetisi sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarsivitas FEB UGM.
Sebanyak 3 kuintal ikan bawal ditebar dalam kegiatan ini. Peserta berlomba mendapatkan ikan dengan ukuran terberat sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

Lomba memancing ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D. Menurut Bayu, kegiatan FEB UGM Mancing Mania menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis ke-71 FEB UGM yang dirancang untuk memperkuat hubungan antarsivitas. Kegiatan informal seperti ini dinilai penting untuk membangun komunikasi dan kebersamaan di lingkungan FEB UGM.
“Mancing bersama dalam rangka Dies ke-71 FEB UGM ini merupakan kegiatan yang pertama dan kami rencanakan untuk dilaksanakan setiap tahun. Hal ini merespon antusiasme yang tinggi dari peserta beserta keluarga sebagai sarana silaturahmi bersama. Melalui kegiatan mancing bersama yang mengasah kesabaran dan keterampilan untuk mendapatkan ikan,” ungkap Bayu.

Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai. Sejumlah peserta tampak fokus menunggu kail disambar ikan. Andi Armansyah, staf bagian umum FEB UGM menjadi pemancing pertama yang berhasil mendapatkan ikan. Ia mengaku tak menyangka akan menjadi orang pertama yang memperoleh ikan di antara banyaknya peserta.
“Alhamdulillah, pastinya senang sekali. Menurut saya, mancing tidak hanya sekadar perlombaan namun yang penting bisa berkumpul dan bercanda bersama dengan teman-teman peserta lomba dan komunitas mancing FEB UGM “Tawa Sutra”,” ungkapnya.

Suasana semakin meriah ketika satu per satu peserta berhasil mendapatkan ikan. Antusiasme ini juga dirasakan oleh Eko Hariyanto, staff unit Admisi, Kerja Sama, dan Alumni FEB UGM. Meski hanya mendapatkan tiga ekor ikan setelah memancing seharian penuh, ia mengaku cukup senang dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi sivitas untuk mempererat silaturahmi dan membangun keakraban dengan rekan kerja dari berbagai unit.
“Terlepas dari hasil tangkapan, yang terpenting adalah suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Harapannya, bisa diagendakan setiap dies FEB agar hubungan kekeluargaan semakin erat dan bisa menghilangkan rasa sungkan dengan rekan kerja di luar unit,” ungkap Eko.

Selain menjadi ajang berkumpul, kegiatan ini juga menghadirkan kompetisi untuk mendapatkan tangkapan terberat dalam satu ekor ikan. Walgiyono, staf Program Studi Magister Akuntansi FEB UGM berhasil mendapatkan gelar juara pertama dalam kegiatan FEB UGM Mancing Mania dengan hasil pancingan berdua satu ekor ikan seberat 1,20 Kg. Ia mengaku tidak ada trik khusus untuk kegiatan memancing ini. Bahkan untuk umpan pun Walgiyono meracik dari bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh di sekitar.

“Untuk umpannya cukup sederhana saja, tempe, santan, susu, dan kluwak. Sangat menyenangkan bisa ketemu teman-teman dan bersilaturahmi. Semoga event tahun depan bisa dilaksanakan lagi dan lebih meriah,” tuturnya.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
