Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali melepas 348 lulusan program pascasarjana pada Wisuda Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Periode I Tahun Akademik 2026/2027. Para wisudawan telah mengikuti prosesi wisuda di tingkat universitas bersama ribuan mahasiswa pascasarjana dari fakultas lain pada Rabu (28/10) di Grha Sabha Pramana UGM.
Pada wisuda kali ini, 348 wisudawan berasal dari Program Magister Manajemen Kampus Jakarta sebanyak 114 wisudawan, Program Magister Manajemen Kampus Yogyakarta sebanyak 112 wisudawan, Program Magister Akuntansi sebanyak 35 wisudawan, Program Magister Ekonomika Pembangunan sebanyak 35 wisudawan, Program Magister Sains Manajemen sebanyak 20 wisudawan, Program Magister Sains Akuntansi sebanyak 9 wisudawan, dan Program Magister Sains Ilmu Ekonomi sebanyak 8 wisudawan. Berikutnya, dari Program Doktor Ilmu Akuntansi sebanyak 2 wisudawan, Program Doktor Ilmu Ekonomi sebanyak 4 wisudawan, serta Program Doktor Ilmu Manajemen sebanyak 9 wisudawan.
Lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi sekaligus menjadi wisudawan terbaik diraih oleh Aghnan Yarits Anggara dari Prodi MM dengan IPK 3,98 yang diraih dalam 1 tahun 5 bulan, 20 hari. Selanjutnya, predikat wisudawan tercepat diraih oleh Berlian Erlangga dari Prodi MM yang berhasil lulus dalam waktu 1 tahun dengan IPK 3,81. Sementara itu, lulusan termuda adalah Nur Amaliah Thabah dari Prodi MM yang menyelesaikan studinya pada usia 23 tahun 5 bulan 4 hari dengan IPK 3,84.
Dekan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para wisudawan. Ia berharap para lulusan dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik di mana pun berada.
Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang begitu pesat, Bayu mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi agar profesi akuntansi tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, AI dapat membantu mengolah data dan mendukung pekerjaan, tetapi terdapat kompetensi profesional yang tetap perlu diasah manusia, seperti professional judgment, empati, kebijaksanaan (wisdom), dan etika.
“Ada skill set yang dimiliki lulusan dan tidak dimiliki AI, seperti judgment, empati, kebijaksanaan, dan etika. Untuk itu, terus asah kemampuan tersebut,” paparnya saat menyampaikan sambutan dalam acara pelepasan wisudawan Program Magister Akuntansi, Rabu (28/10).
Menutup sambutannya, Bayu mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan atas gelar akademik yang telah diraih. Ia mengingatkan bahwa gelar tersebut tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab lebih besar untuk terus belajar, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap para lulusan dapat menjaga nama baik almamater serta terus berkarya dan berkontribusi di mana pun berada.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
