Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., bersama bersama Dekan FEB UGM periode 2021–2026, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Akt., menghadiri AACSB Deans Conference 2026 yang berlangsung pada 18-21 Oktober 2026 di Orlando, Amerika Serikat. Melalui forum tersebut keduanya bertukar gagasan dan berinteraksi dengan para dekan sekolah bisnis dari berbagai negara yang telah terakreditasi AACSB.
Konferensi yang diselenggarakan oleh AACSB International ini mempertemukan hampir 700 pemimpin sekolah bisnis dari lebih dari 60 negara. Forum tersebut menjadi ruang bagi para dekan untuk bertukar perspektif, membangun kolaborasi, serta mendiskusikan berbagai tantangan kepemimpinan dalam mengelola institusi pendidikan bisnis di tengah perubahan global.
Mengusung tema “Leading Across Boundaries”, AACSB Deans Conference 2026 membahas tantangan kepemimpinan sekolah bisnis dalam menjembatani berbagai disiplin ilmu, sektor, kelompok pemangku kepentingan, budaya, dan perkembangan teknologi. Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Sal Khan, Founder and Chief Executive Officer Khan Academy, serta Laura Huang, DMSB Distinguished Professor of Management and Organizational Dynamics, Northeastern University.

Berbagai topik strategis dibahas dalam sesi panel dan diskusi paralel, meliputi upaya sekolah bisnis mempertahankan relevansinya pada masa mendatang, implikasi perkembangan Artificial Intelligence (AI) terhadap pendidikan bisnis, serta peran penelitian dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Bayu menyampaikan dalam forum internasional tersebut ia bersama Prof. Didi Achjari mengikuti simulasi Peer Review Team (PRT) berdasarkan standar AACSB 2026. Sebelum mengikuti konferensi, keduanya terlebih dahulu menyelesaikan pembelajaran melalui Learning Management System (LMS). Dalam simulasi tersebut, peserta berperan sebagai tim penilai yang melakukan visitasi dan asesmen terhadap Continuous Improvement Report (CIR) suatu sekolah bisnis.
Melalui kegiatan ini, peserta mempelajari proses penilaian akreditasi, termasuk bagaimana menginterpretasikan standar dan mengevaluasi upaya peningkatan mutu institusi secara berkelanjutan. Bayu menekankan bahwa proses asesmen tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap standar yang berlaku, tetapi juga kebijaksanaan dalam mengambil keputusan
“Melalui simulasi tersebut kami belajar bahwa selain mendasarkan pada kesesuaian standar, kami juga harus mengasah wisdom dalam melakukan judgment, jelas Bayu.

Sebagai dekan baru, Bayu juga mendapat kesempatan mengikuti pertemuan khusus bersama President and CEO AACSB International, Lily Bi, dalam agenda New Deans Luncheon Meeting. Pertemuan tersebut diikuti oleh 15 dekan baru dari berbagai sekolah bisnis terakreditasi AACSB. Dalam forum tersebut, para dekan berdialog dan berbagi pengalaman mengenai praktik kepemimpinan, tantangan pengelolaan sekolah bisnis, serta berbagai strategi pengembangan institusi.
Di sela-sela rangkaian konferensi, Bayu juga melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pimpinan sekolah bisnis dari negara lain. Pertemuan tersebut di antaranya dilakukan bersama Prof. Chia-Hsing Huang, Executive Dean SolBridge International Business School, Korea Selatan, serta Professor Albert Jing-Fuh Yang, Dean and Director of International Affairs, College of Management, National Kaohsiung University of Science and Technology, Taiwan. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi dan menjajaki potensi kerja sama antarinstitusi, khususnya dalam pengembangan kolaborasi akademik dan jejaring internasional.
Melalui partisipasi dalam AACSB Deans Conference 2026, FEB UGM berupaya memperkuat kapasitas kepemimpinan institusi, memperluas jejaring dengan sekolah bisnis terakreditasi internasional, serta membuka peluang kolaborasi lintas negara. Berbagai perspektif dan praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan pendidikan bisnis FEB UGM yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan global.
Reportase; Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
