Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Research Group Information System and Digital Transformation (ISDT) akan mengumumkan hasil pemeringkatan Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) 2026. Indeks ini mengukur kesiapan dan kemajuan transformasi digital pada 508 pemerintah daerah kabupaten dan kota di Indonesia.
Hasil pemeringkatan tersebut akan diumumkan dalam Seminar Nasional dan Penyerahan Penghargaan GM-DTGI 2026 yang diselenggarakan pada Kamis (5/11) di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo, Magister Manajemen FEB UGM. Penghargaan kepada pemerintah daerah kabupaten dan kota terbaik serta pemerintah daerah dengan capaian terbaik di tingkat provinsi tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan transformasi digital secara berkelanjutan. Selain penyerahan penghargaan juga akan dilakukan peluncuran dashboard GM-DTGI.
Pada penyelenggaraan tahun ini, GM-DTGI mengangkat tema “Artificial Intelligence untuk Pemerintah Daerah: Mengakselerasi Transformasi Digital dan Peningkatan Kinerja di Tengah Peluang dan Tantangan”. Tema tersebut menyoroti peluang pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, pengambilan keputusan berbasis data, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ketua Peneliti dan Pengembang GM-DTGI, Prof. Syaiful Ali, MIS., Ph.D., Ak., CA., GM-DTGI menyampaikan GM-DTGI merupakan instrumen pengukuran transformasi digital pemerintah daerah yang dikembangkan oleh Research Group ISDT FEB UGM dan diluncurkan secara nasional pada 2024. Indeks ini dirancang untuk memberikan gambaran mengenai kesiapan pemerintah daerah dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
“Pengukuran GM-DTGI mencakup tujuh pilar utama, yakni tata kelola dan kepemimpinan, peraturan dan kebijakan, reformasi administrasi publik dan manajemen perubahan, tata kelola data, ekosistem digital, desain platform berbasis pengguna, serta keamanan siber dan ketahanan sistem,” paparnya.
Prof. Ali menjelaskan bahwa penilaian dilakukan melalui pengumpulan data oleh enumerator dengan merujuk pada informasi yang tersedia di situs web pemerintah daerah. Data tersebut selanjutnya dikonfirmasi kepada masing-masing pemerintah daerah sebelum digunakan sebagai dasar penilaian.
Acara ini menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Bapak Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A., yang menyampaikan keynote speech berjudul “Artificial Intelligence untuk Pemerintah Daerah: Mengakselerasi Transformasi Digital dan Peningkatan Kinerja di Tengah Peluang dan Tantangan”.
Penyelenggaraan GM-DTGI 2026 juga menghadirkan forum diskusi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas tantangan serta peluang percepatan transformasi digital di tingkat daerah.
Diskusi panel pada sesi pemerintah dan akademisi akan membahas optimalisasi pemanfaatan AI untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan, pengambilan keputusan berbasis data, dan kualitas pelayanan publik. Selain itu, forum akan mengangkat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat dalam mendorong penerapan AI yang inovatif, inklusif, dan beretika.
Sementara pada diskusi panel sesi kabupaten dan kota akan membahas praktik terbaik yang dilakukan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital secara strategis. Disamping itu juga membahas hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah daerah, lessons learnt yang didapat dan sharing best practices.
Melalui GM-DTGI, FEB UGM berupaya berkontribusi dalam menyediakan instrumen evaluasi berbasis data sekaligus mendorong kolaborasi antarpemerintah daerah. Upaya ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik melalui transformasi digital yang terukur.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
