Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menghadirkan Prof. James Alm dari Tulane University, Amerika Serikat dalam program visiting professor ke FEB UGM pada bulan Oktober 2026.
Kehadiran Prof. James Alm dalam program yang bertajuk “Behavioral Perspectives on Public Policy: Tax Compliance, Fiscal Decentralization, and Experimental Economics” menjadi bagian dari upaya FEB UGM untuk memperkuat pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen serta membangun sinergi penelitian jangka panjang.
“Dengan hadirnya Prof. James Alm memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk berdiskusi langsung dengan pakar di bidang ekonomi publik. Harapannya rangkaian kegiatan ini dapat memperdalam kajian ekonomi publik, khususnya terkait perpajakan, kebijakan fiskal, dan metode eksperimental dalam penelitian ekonomi,” jelas Sekretaris Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM Wisnu Setiadi Nugroho, Ph.D.,
Wisnu menyampaikan program visiting professor ini merupakan upaya strategis dari Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM untuk memperkuat kolaborasi dan membuka peluang riset jangka panjang dengan Tulane University, terutama dalam kajian perpajakan dan kebijakan fiskal yang relevan dengan konteks Indonesia.
“Ke depan, hasil dari diskusi dan penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang relevan bagi pengembangan kebijakan fiskal di Indonesia, terutama terkait administrasi perpajakan dan otonomi fiskal daerah,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan Prof. James Alm dimulai pada 8 Oktober 2026 melalui diskusi riset internal dan makan siang bersama dosen FEB UGM. Kegiatan dilanjutkan dengan Mini Experimental Workshop: How to Do a Valid Laboratory Experiments pada 9 Oktober yang ditujukan terutama bagi mahasiswa doktoral dan dosen muda. Lokakarya ini menjadi ruang untuk mendalami metode eksperimen laboratorium yang valid dalam penelitian ekonomi.
Pada 13 Oktober, Prof. James Alm berbagi pandangan mengenai hubungan antara ilmu ekonomi dan perumusan kebijakan publik melalui FEB Podcast bertajuk “Is Economics Useful for Public Policy?”. Diskusi ini mengangkat relevansi ilmu ekonomi dalam memahami dan merespons berbagai persoalan kebijakan publik.
Interaksi akademik kemudian berlanjut melalui kegiatan perkuliahan dan pengembangan kapasitas riset. Pada 19 dan 22 Oktober, Prof. James Alm memberikan kuliah tamu mengenai tax compliance kepada mahasiswa kelas Public Economics II dari program sarjana reguler dan internasional. Materi perkuliahan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam kajian kepatuhan pajak dalam perspektif ekonomi publik.
Pada 20 Oktober, Prof. James Alm juga membagikan pengalaman dan pendekatannya dalam melakukan penelitian melalui sesi “How to Do Research” yang ditujukan bagi dosen, mahasiswa program Magister Ekonomi Pembangunan (MEc.Dev), dan mahasiswa doktoral.
Sementara itu, isu keadilan distribusi menjadi fokus seminar bertajuk “Do We Have the Tools for Achieving Distributional Justice?” yang diselenggarakan pada 23 Oktober. Melalui forum ini, pembahasan bidang ekonomika publik diperluas pada pertanyaan mengenai instrumen dan pendekatan yang dapat digunakan untuk mendorong keadilan distribusi.
Rangkaian kuliah tamu berlanjut pada 26 Oktober melalui sesi yang membahas analisis dampak pajak, mulai dari pengaruh terhadap harga dan insentif, perilaku, distribusi beban pajak, efisiensi, hingga kecukupan penerimaan. Pembahasan tersebut mengaitkan berbagai konsekuensi perpajakan untuk memahami bagaimana sistem pajak dapat dirancang agar efisien, berkeadilan, dan mampu menghasilkan penerimaan yang memadai.
Sebagai penutup, pada 29 Oktober 2026, Prof. James Alm dijadwalkan menjadi pembicara dalam seminar sekaligus kuliah tamu bertajuk “Increasing Tax Collections by Local Governments in Developing Countries by Improving Tax Compliance: Evidences from Controlled Field Experiments”. Bertempat di Auditorium Djarum, kegiatan ini akan membahas upaya meningkatkan penerimaan pajak pemerintah daerah di negara berkembang melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak berdasarkan bukti eksperimen lapangan terkontrol.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiingrum
Sustainable Development Goals
