Manajemen kas merupakan salah satu tindakan perusahaan yang penting untuk dilakukan secara berkesinambungan, baik bagi perusahaan kecil, maupun perusahaan dengan skala global. Ukuran perusahaan menjadi salah satu faktor penentu kompleksitas dari manajemen kas. Pada kuliah umum bertajuk "Cash Management" (25/4/14), Amelin Herani, SVP and Head of Payment and Cash Management, HSBC Indonesia memaparkan seluk beluk mengenai manajemen kas bagi perusahaan, juga perbankan.

Manajemen kas merupakan bagian dari transaction banking dan corporate banking. Manajemen kas merupakan solutions, yakni keseluruhan aktivitas yang diberikan untuk perusahaan dalam satu rangkaian. Solutions berbeda dengan activities karena activities hanya berupa satu kegiatan yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sedangkan solutions memiliki tujuan akhir untuk menungkatkan nilai dari pelanggan.

Manajemen kas menuntut perusahaan untuk mengatur penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan sehingga perusahaan mengetahui jumlah pasti kelebihan kas pada hari itu. Jangan sampai perusahaan tidak tahu dan tidak dapat mengatur jumlah kas yang dipegangnya. "Cash merupakan aset perusahaan yang paling tidak produktif bila hanya didiamkan. Perusahaan harus tahu exactly cash on hand-nya karena kalau tidak bisa timbul unnecessary cost," tambah Hera.

Teknologi merupakan salah satu komponen penunjang yang amat penting bagi manajemen kas karena berhubungan erat dengan efisiensi. Ketika perusahaan mampu berjalan dengan efisien, maka perusahaan tersebut akan mampu menghadirkan produk yang kuat bagi konsumen. Hal yang sama juga berlaku bagi perbankan. Efisiensi tersebut tercermin pada manfaat yang ditimbulkan oleh manajemen kas, yakni terdapat visibilitas dari aliran kas, operasi yang terpusat sehingga dapat menekan biaya, return yang lebih tinggi bagi perusahaan, dan yang terakhir kepuasaan.

Sumber: Nadia/FEB