Euforia kemenangan tim futsal FEB UGM di ajang Pekan Olahraga dan Seni Universitas Gadjah Mada (PORSENIGAMA) 2025 masih membekas dalam ingatan. Sorak sorai pendukung dan selebrasi para pemain kala itu bukah hanya tentang juara, tetapi juga tentang perjuangan dan kebersamaan bahkan melampaui batas negara. Salah satunya datang dari Nathan Colin Thomas Farrell, mahasiswa asal University of Leeds, Inggris menjadi bagian penting perjalanan FEB UGM menuju puncak.
Nate, begitu ia biasa disapa, merupakan mahasiswa yang tengah menjalani program exchange di FEB UGM hingga bulan Juni 2026. Selama sekitar empat bulan menjalani studi di UGM, ia membaur lewat olahraga. Kecintaannya pada sepak bola yang telah ia geluti selama hampir 15 tahun di Inggris membawanya bergabung dengan tim futsal FEB UGM. Bagi Nate, futsal bukan hanya permainan, melainkan bahasa universal untuk beradaptasi dan membangun relasi.
“Saya bergabung dengan tim futsal FEB UGM karena saya sangat menyukai sepak bola dan futsal. Selain itu, ini cara terbaik bagi saya untuk berkontribusi dan mengenal budaya olahraga di UGM,” ungkap Nate.
Proses latihan bersama tim futsal FEB UGM ia rasakan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan suportif. Nate mengaku kendala bahasa menjadi tantangan di awal menjalani perkuliahan di FEB UGM. Meski begitu, tantangan itu tidak menghalangi Nate untuk terus beradaptasi. Ia bahkan berinisiatif mempelajari Bahasa Indonesia agar dapat memahami instruksi pelatih dan membangun komunikasi yang lebih baik dengan rekan satu tim.
“Bahasa sempat menjadi tantangan, tetapi semua sangat terbuka dan membantu. Saya juga belajar Bahasa Indonesia supaya bisa lebih dekat dengan tim dan lebih paham arahan pelatih,” ujarnya.
Adaptasi Nate tak berhenti di komunikasi. Ia juga menyesuaikan gaya bermain dengan karakter tim serta kondisi cuaca Indonesia yang jauh lebih panas dibandingkan Inggris. Peran pelatih yang mampu meramu taktik sekaligus menjaga kekompakan tim menjadi faktor penting dalam proses tersebut.
Puncak perjalanan Nate bersama tim futsal FEB UGM terjadi di PORSENIGAMA 2025. Atmosfer pertandingan yang riuh dan dukungan penonton yang antusias meninggalkan kesan mendalam baginya.
“Dukungan suporter di sini luar biasa. Atmosfernya sangat berbeda dan memberi motivasi besar bagi kami selama pertandingan,” tuturnya.
Dalam turnamen tersebut, Nate berkontribusi nyata, termasuk mencetak gol krusial di babak semifinal yang mengantarkan FEB UGM melangkah ke partai final. Berposisi sebagai striker dengan gaya target man khas Inggris, ia memanfaatkan kekuatan fisik untuk membuka ruang dan peluang bagi rekan-rekannya.
Chemistry tim terbangun dengan sangat baik berkat suasana kekeluargaan dan keterbukaan antar anggota. Nate juga merasakan dukungan penuh dari rekan satu tim, pelatih, dan manajer mulai dari persiapan taktik, menjaga kondisi fisik, maupun penanganan cedera. Menurutnya, kunci kekuatan tim futsal FEB UGM terletak pada pertahanan yang solid, performa konsisten, serta motivasi tinggi seluruh pemain.
Lebih dari sekadar gelar juara, pengalaman di FEB UGM memberi Nate pelajaran berharga tentang keberanian membaur dan menikmati setiap kesempatan. Ia pun mengajak mahasiswa FEB UGM untuk aktif mengikuti kegiatan olahraga tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik.
“Kegiatan olahraga sangat bermanfaat secara fisik dan mental. Selama bisa mengatur waktu dengan baik, pengalaman yang didapat akan sangat berharga,” pesannya.
Meski suatu saat akan kembali ke Inggris, Nate mengaku akan selalu membawa kenangan manis dan rasa bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar FEB UGM. Ia pun erharap tim futsal FEB UGM dapat terus mempertahankan prestasi dan kembali meraih gelar juara di masa mendatang.
Reportase: Orie Priscylla Mapeda Lumalan
Editor: Kurnia Ekaptiningrum


