Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakan ekonomi dan menyalakan perubahan di komunitas. Melalui partisipasi aktif pemberdayaan komunitas, perempuan juga berperan sebagai penopang ekonomi keluarga, pelopor perubahan, dan penjaga keberlangsungan hidup keluarga. Namun, apakah perjuangan mereka benar-benar berdampak pada ekonomi rumah tangga?
Maria Yuvita Gobay, alumni Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) dalam penelitiannya berjudul Partisipasi Perempuan dalam Program Pemberdayaan Berbasis Komunitas dan Akses Layanan Keuangan Mikro terhadap Luaran Ekonomi Rumah Tangga di Kawasan Timur Indonesia menemukan sejumlah fakta penting.
Hasil risetnya menunjukkan bahwa perempuan yang berpartisipasi aktif dalam Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengeluaran per kapita rumah tangga, terutama di wilayah perkotaan.
“Dengan adanya penemuan ini, mencerminkan bahwa program pemberdayaan perempuan melalui komunitas tidak hadir secara instan, namun tumbuh melalui pendidikan, akses sumber daya, dan dukungan sosial,” ujarnya dalam program 3 Minutes Thesis: Program Prakerja: Perempuan Penggerak Ekonomi Keluarga di Kawasan Timur Indonesia.
Temuan lain menunjukkan bahwa akses perempuan ke layanan keuangan mikro belum secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan. Hal ini menunjukkan penyediaan akses pembiayaan saja belum cukup untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
“Akses ke layanan keuangan memang penting, namun hal ini saja belum cukup untuk membuka akses. Perempuan perlu literasi keuangan, keterampilan, dan dukungan kelembagaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia turut menegaskan bahwa program pemberdayaan komunitas seperti PKK mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga dan memperkuat peran perempuan di akar rumput. Namun, akses ke layanan keuangan mikro belum efektif tanpa keterampilan, literasi, dan dukungan kelembagaan.
“Pemberdayaan perempuan bukan sekadar program. Ini adalah investasi bagi masa depan bangsa. Saatnya kita bergerak, membuka akses, menumbuhkan kapasitas, dan menguatkan setiap perempuan untuk benar-benar mandiri,” ungkapnya.
Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pemberdayaan perempuan yang lebih komprehensif, tidak hanya melalui akses pembiayaan tetapi juga penguatan kapasitas dan dukungan sosial. Dengan demikian, upaya pemberdayaan perempuan diharapkan dapat semakin berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan gender.
Video program 3 Minutes Thesis: Program Prakerja: Perempuan Penggerak Ekonomi Keluarga di Kawasan Timur Indonesia selengkapnya dapat diakses melalui: http://ugm.id/PerempuanPenggerakEkonomiKeluarga
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
