Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Darwin Tandjo, berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menyabet gelar Winner dalam ajang Astra Honda Motor Business Case Competition 2025. Kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor ini berlangsung pada 22 November 2025 di Menara Astra dan diikuti oleh sekitar 170 peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.
Kompetisi ini menantang peserta untuk memberikan solusi inovatif terhadap berbagai permasalahan bisnis yang relevan dengan isu keberlanjutan. Pada tahap awal atau preliminary round, seleksi dilakukan secara individual dengan mengirimkan video presentasi dan pitch deck. Pada tahap ini, peserta bebas memilih topik yang berkaitan dengan keberlanjutan bisnis perusahaan. Darwin memilih mengangkat topik pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) sebagai strategi untuk mendukung keberlangsungan bisnis Astra Honda Motor di masa depan.
“Pada tahap preliminary, topiknya cukup umum terkait sustainability. Saya memilih membahas pengembangan ekosistem EV sebagai salah satu strategi untuk menjaga keberlangsungan bisnis Astra Honda Motor ke depan,” jelas mahasiswa Program Studi Manajemen ini.
Peserta yang lolos tahap preliminary kemudian dibentuk menjadi kelompok untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Setiap tim diminta menyusun deck presentasi berdasarkan kasus yang diberikan sebelum akhirnya mempresentasikan solusi mereka dalam sesi final pitching di hadapan para juri.
Pada babak final, peserta dihadapkan pada tiga pilihan kasus yang berkaitan dengan pengelolaan limbah di lingkungan perusahaan, yakni plastic waste di minimarket dalam ekosistem AHM, food waste di kantin perusahaan, serta waste management di kantor. Bersama timnya, Darwin memilih fokus pada permasalahan food waste di kantin Astra Honda Motor. Timnya kemudian merancang solusi yang berfokus pada peningkatan kesadaran karyawan terhadap pemborosan makanan serta penerapan sistem pengelolaan limbah yang lebih terstruktur, praktis, dan mudah diterapkan di lingkungan kantin perusahaan.
“Di final kami memilih kasus food waste di kantin AHM. Solusi yang kami tawarkan berfokus pada peningkatan kesadaran karyawan sekaligus membangun sistem pengelolaan limbah makanan yang lebih tepat dan mudah diterapkan,” ungkapnya.
Darwin mengakui menghadapi tantangan dalam kompetisi ini. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah menyesuaikan waktu serta menyatukan cara pandang antar anggota tim yang sebelumnya belum pernah bekerja bersama.
“Tantangan utamanya adalah menyatukan cara pandang dari individu-individu baru di dalam tim, sekaligus menyesuaikan waktu untuk berdiskusi. Namun karena semua memiliki tujuan yang sama dan ruang diskusi terbuka, prosesnya justru menjadi lebih mudah,” tutur Darwin.
Darwin mengaku senang dan bangga atas prestasi yang berhasil diraih. Ia berharap ke depan dapat terus menyumbangkan prestasi sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi secara positif bagi kampus.
Reportase: Orie Priscylla Mapeda Lumalan
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
