Menentukan pilihan karier sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa. Salah satu cara terbaik untuk mengenali minat sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional adalah melalui program magang. Bagi Tabina Maritza Wisnu, mahasiswa IUP Manajemen Angkatan 2022 FEB UGM, pengalaman magang bahkan membawanya melintasi batas negara.
Selama menjadi mahasiswa, Tabina pernah menjalani dua program magang, yaitu sebagai Business Development Intern di Avventura Immersive di Singapura dan Consulting Intern di Parler Russel Indonesia. Tabina mengungkapkan eksplorasi karier sebelum lulus kuliah menjadi motivasi utamanya untuk mengikuti magang. Selain itu, pengalaman magang merupakan salah satu bagian dari mata kuliah LeadershipX yang memberikan pilihan kepada mahasiswa untuk melakukan magang, membangun bisnis, atau menjalankan proyek lainnya sebagai implementasi dari ilmu yang sudah didapatkan di kelas.
Satu hal yang menarik adalah pengalaman Tabina selama magang di Avventura Immersive yang berlokasi di luar negeri, yakni Singapura. Ia bisa mendapatkan kesempatan tersebut pada saat menjalani Exchange Program di NUS Overseas College (NOC) yang mengharuskan dirinya untuk melakukan pengalaman profesional melalui magang sekaligus sebagai sarana international exposure baginya.
Selama menjalani magang di Avventura Immersive, Tabina berperan sebagai Business Development Intern yang bertanggung jawab dalam melakukan riset peluang bisnis, menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, melakukan presentasi, hingga membantu pembuatan konten dan aktivitas pemasaran. Tabina mengungkapkan bahwa ia sengaja memilih model bisnis start-up untuk memulai pengalaman profesionalnya karena ia tertarik untuk mempelajari bagaimana model bisnis ini berjalan dan menjadi bekal untuk membangun bisnis di masa depan.
“Karena magangnya di bidang start-up, ruang lingkupnya sangat luas dan bersifat hands-on sehingga memberikan pemahaman bisnis secara keseluruhan sekaligus dapat menjadi bekal di masa depan nanti untuk membangun bisnis,” ungkapnya dalam Program Class to Carrier berjudul Internship Journey Across Borders: Internship Experience at Avventura and Parker Russell.
Sesaat Tabina selesai menjalani magang di Singapura, ia melanjutkan mengikuti magang di Parker Russel Indonesia sebagai Consulting Intern. Di sana, Tabina bergabung dalam tim proyek yang sudah berjalan dan lebih banyak menangani pekerjaan di bidang akuntansi, seperti memeriksa laporan keuangan dan neraca. Pengalaman ini menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya karena perbedaan peran dari magang sebelumnya dan pekerjaan yang mengharuskan dirinya mempelajari konsep-konsep akuntansi.
“Saat magang di dunia consulting, rasanya berbeda sekali dari start-up. Budaya kerja di consulting menuntut jam kerja yang lebih panjang, termasuk lembur,” ujarnya.
Lantas, bagaimana mempersiapkan diri untuk menjalani magang? Menurut Tabina, salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah aktif berorganisasi. Melalui organisasi, mahasiswa belajar menjalankan tanggung jawab, bekerja sama dalam tim, serta mengembangkan keterampilan yang akan menjadi bekal berharga saat memasuki dunia kerja.
“Kita bisa gabung lebih dari satu organisasi dan memiliki peran yang berbeda, misalnya menjadi bagian marketing dan finance. Dari situ, kita menjadi lebih mengenal berbagai bidang dan jadi tahu apa yang diminati,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tabina menekankan pentingnya menyusun Curriculum Vitae (CV) dan membangun profil LinkedIn sebagai sarana meningkatkan eksposur profesional. Menurutnya, CV sebaiknya memuat berbagai pengalaman selama berkuliah, seperti keterlibatan dalam organisasi, kepanitiaan, maupun kompetisi, sebagai bukti kompetensi dan potensi yang dimiliki mahasiswa.
Selain itu, persiapan menghadapi wawancara juga tidak kalah penting. Tabina menyarankan mahasiswa untuk mempelajari mekanisme serta tahapan seleksi di perusahaan atau institusi tujuan agar lebih siap dan mampu menampilkan kemampuan terbaik saat proses rekrutmen magang.
Meskipun menjalani dua peran yang cukup berbeda,Tabina justru memperoleh banyak manfaat dari pengalaman magangnya. Baginya, magang adalah masa untuk eksplorasi diri sehingga semakin banyak peran yang diambil, semakin bagus untuk dijadikan sebagai proses mengenal diri sendiri. Ia pun mendorong mahasiswa untuk tidak ragu mengambil kesempatan magang baik di dalam maupun luar negeri. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan waktu yang tepat untuk mencoba berbagai peluang, belajar dari setiap pengalaman, dan menemukan jalur karier yang paling sesuai.
Video selengkapnya program Class to Carrier berjudul Internship Journey Across Borders: Internship Experience at Avventura and Parker Russell dapat diakses melalui: http://ugm.id/MagangAvventura
Reportase: Najwa Anggi Namira
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals






