Keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana bisnis tersebut mampu menciptakan dampak sosial. Kewirausahaan sosial merupakan model bisnis dengan pendekatan inovatif dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk membuka peluang kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Megawati Syahril, S.E., M.B.A., CEO dari SAGATA yang bergerak di industri kerajinan dengan memberdayakan penyandang disabilitas, menjelaskan bahwa kewirausahaan sosial memiliki tujuan untuk memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, model bisnis ini yang bisa menjadi jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh para penyandang disabilitas di Indonesia. Pendekatan ini Megawati gunakan dalam membangun SAGATA dengan memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk bekerja, memperoleh penghasilan, dan mencapai kemandirian ekonomi.
Megawati menjelaskan bahwa hingga kini penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari terbatasnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan hingga stigma yang meragukan kompetensi mereka. Padahal, dengan dukungan lingkungan yang inklusif, banyak di antara mereka mampu menghasilkan karya yang bernilai dan berdaya saing. Melalui pendekatan kewirausahaan sosial, tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang untuk menciptakan dampak sosial sekaligus membangun usaha yang berkelanjutan.
Dalam workshop bertajuk “Social Entrepreneurship for Inclusion and Empowerment” dalam rangkaian Global Summer Week (16/7/2026) yang diikuti puluhan mahasiswa dari lima negara dunia, Megawati membagikan pengalaman dalam mengelola SAGATA. Dalam proses produksi, SAGATA mempertahankan proses produksi yang dikerjakan secara manual oleh para pengrajin disabilitas. Keputusan tersebut memang membuat waktu produksi lebih panjang dibandingkan industri manufaktur pada umumnya. Namun, baginya, keberhasilan kewirausahaann sosial bukan sekadar mengejar efisiensi, melainkan menjaga keseimbangan antara misi sosial dan keberlanjutan bisnis.
“Kita bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. Menurut saya, ini adalah kombinasi yang sangat sesuai antara ilmu yang kita dapatkan di masa kuliah dan menerapkannya langsung untuk memberikan dampak ke masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati mengajak mengembangkan gagasan kewirausahaan sosial melalui diskusi kelompok. Berbagai ide yang dihasilkan kemudian dipresentasikan dan memperoleh masukan langsung dari Megawati. Ia mendorong peserta untuk tidak berhenti pada tahap merancang solusi, tetapi juga memastikan setiap gagasan memiliki model bisnis yang realistis, mampu menjawab kebutuhan pasar, serta menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Reportase: Najwa Anggi Namira
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
