Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) sukses melaksanakan acara donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis “DOREMI” atau Donor Ekonomi pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Selasar FEB UGM. Acara ini ditujukan bagi seluruh civitas akademika dan staf profesional sekaligus dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-71 FEB UGM.
Wakil Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., mengatakan kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan wujud kepedulian FEB UGM terhadap kesehatan warga kampus.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya untuk para pendonor semoga kita semua semakin kuat dan diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa,” tuturnya.
Ketua Dies Natalis Ke-71 FEB UGM, Naya Hapsari, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian pertama dalam bentuk kegiatan sosial di perayaan Dies Natalis ke-71 FEB UGM. Ia berharap kegiatan ini dapat
“Saya berharap bahwa kegiatan ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya sehingga semakin banyak pihak yang merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain layanan donor darah dan cek kesehatan umum meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, tahun ini juga terdapat layanan baru yakni layanan cek kesehatan gigi.
Lebih dari 100 peserta mengikuti kegiatan ini mulai dari mahasiswa, staf profesional, hingga para dosen FEB UGM. Acara ini juga merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Sosial Masyarakat BEM FEB UGM, Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UGM Prof. Soedomo.
Dosen Departemen Manajemen, Bagas Sabda Dewantara, S.T., M.B.A., yang turut berpartisipasi menggunakan layanan pemeriksaan kesehatan mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Melalui layanan pemeriksaan kesehatan, ia jadi mengetahui kondisi kesehatannya. Menurutnya, pemeriksaan rutin ini sangat penting untuk mencegah penanganan medis yang terlambat.
“Kegiatan pemeriksaan ini sangat bermanfaat untuk civitas akademika FEB UGM karena membuat kita semakin aware dengan kesehatan,” tambahnya.
Manfaat serupa juga dirasakan oleh Rahmat Haidar, staf bagian Akademik FEB UGM. Bagi Rahmat, kehadiran layanan cek kesehatan gratis di lingkungan kampus ini dapat membantu mengubah pola pikir dan gaya hidup sehari-hari karena akan terbentuk kesadaran dari hasil tes yang dilakukan.
“Misalnya, jika sering makan gorengan, dengan medical check-up ini kan kita bisa cek kolesterol, kalau ternyata tinggi berarti muncul itu kesadaran untuk mulai gaya hidup yang lebih sehat. Pada intinya, layanan ini bisa membuat kita menjadi lebih mawas diri terkait kesehatan kita,” terangnya.
Sementara Alvis Anjabie, salah satu pendonor darah yang juga merupakan mahasiswa Ilmu Ekonomi 2025, merasakan manfaat dari adanya acara ini. Ia bersyukur bahwa dirinya layak dan mampu mendonorkan darahnya sekaligus sebagai bentuk kontribusi sosialnya melalui fasilitas ini.
Reportase: Najwa Anggi Namira
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
