Marcheline Natasya Santoso meraih gelar wisudawan terbaik dan termuda dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2024/2025. Mahasiswa Program Studi Akuntansi 2021 ini berhasil menyelesaikan studinya pada usia 20 tahun 8 bulan 26 hari dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif 3,91 dalam waktu 3 tahun 1 bulan.
Kisah Marcheline berhasil mencuri perhatian tak hanya sebagai lulusan terbaik dan termuda. Gadis asal Pekalongan ini telah mengamankan posisinya sebagai Assurance Associate di Ernst & Young (EY) Indonesia bahkan sebelum resmi diwisuda. Ia merupakan satu diantara ribuan lulusan Sarjana dan Sarjana Terapan yang diwisuda di Grha Sabha Pramana (GSP UGM) pada 20-21 November 2024.
Putri sulung dari pasangan wirausahawan Ronny Santoso (48) dan Ratnawati (46) ini memiliki minat yang kuat pada akuntansi sejak SMA. Marcheline pun memutuskan untuk mengambil Program Sarjana Studi Akuntansi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM sebagai pilihan utamanya dan ia berhasil diterima melalui jalur prestasi atau yang dikenal dengan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada tahun 2021 lalu.
Tak terasa tiga tahun berlalu sejak pertama kali Marcheline menginjakkan kaki sebagai mahasiswa baru di FEB UGM. Ia mengaku masih tidak menyangka bahwa ia dapat lulus tepat waktu.
“Masih gak menyangka bisa jadi lulusan tercepat dan terbaik, karena dari awal goals-nya yang penting bisa lulus tepat waktu,” ucapnya saat ditemui usai wisuda, Kamis (21/11/2024).
Marchelin berhasil lulus dengan mengajukan skripsi berjudul “Pengaruh Profitabilitas dan Leverage terhadap Penghindaran Pajak Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 (Studi Empiris pada Perusahaan Tambang yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)” di bawah bimbingan Aviandi Okta Maulana, S.E., M.Sc., Ph.D.
Marcheline menunjukkan prestasi luar biasa selama menempuh pendidikan di FEB UGM. Tidak hanya menjalani kuliah, ia juga aktif mengikuti berbagai kompetisi, baik tingkat nasional maupun internasional, dan menyabet sederet penghargaan. Pada tahun 2024 ia berhasil meraih Juara 3 KTI 12th Accounting Fair Universitas Bakrie (2024), 2nd Runner Up Deloitte Tax Challenge, 1st Runner Up The ATV Audit Competition Universitas Indonesia, Juara 3 EFL Business Case Competition Universitas Negeri Semarang, 1st Runner Up Satya Wacana National Accounting Competition UKSW, Juara 1 Marketeers Innovation Challenge x Pertamax Green 95, dan Juara 1 IMA Asia Pacific Student Case Competition. Sebelumnya, pada tahun 2023, ia sukses membawa pulang Juara 3 Essay Competition di Accounting Parade Universitas Lampung, Juara 1 Youth Creative Idea Competition (YCI) Sociopreneur, Best Group di Audit Workshop EY Indonesia, serta Juara 2 Tax Competition Project Universitas Diponegoro. Lalu, pada tahun 2022, Marcheline mendapatkan Juara 1 Paper Competition pada 10th Accounting Fair Universitas Bakrie.
Selama berkuliah, Marcheline juga aktif mengikuti berbagai organisasi, seperti Global Leadership Forum (GLF) FEB UGM, Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA) FEB UGM, Pathseeker, Economic Space, serta IMA Student Chapter UGM.
Lantas bagaimana membagi waktu antara studi, organisasi, dan kompetisi? Marcheline mengaku bahwa ia sudah menetapkan target per semester. Di semester awal, ia fokus mengikuti organisasi internal di FEB UGM sebagai staf. Di semester berikutnya, ia mulai mengambil peran sebagai ketua/manajer di organisasi. Lalu saat tidak ada tugas organisasi lagi, ia mulai mencoba berbagai lomba. Menurutnya, sebagai mahasiswa, pengalaman mengikuti lomba merupakan hal yang krusial. Sebab, koneksi, ilmu, dan prestasi yang kita dapat dari lomba akan sangat berguna ketika mencari magang di semester akhir nanti.
Menurut Marcheline, lingkungan belajar di FEB UGM sangat suportif dan mendorong mahasiswa untuk berani mencoba. Kehadiran teman-teman yang selalu siap membantu saat merasa kesulitan sangat terasa. Selain itu, dukungan dari Career and Student Development Unit (CSDU) FEB UGM juga memberikan manfaat besar, terutama dalam bentuk pelatihan yang sangat membantu dalam persiapan lomba. “Aku merasa kalau CSDU itu sangat membantu, karena kalau ada lomba pasti akan difasilitasi dan diberikan pelatihan langsung oleh dosen, misalnya pelatihan public speaking. Jadi, di FEB ini aku bener-bener merasa sangat didukung,” ungkapnya.
Marcheline mengungkapkan rasa syukurnya karena menjadi bagian dari FEB UGM. Ia tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga pelajaran berharga mengenai nilai profesionalisme yang telah membantu dirinya berkembang dan meraih kesuksesan, baik dalam perkuliahan maupun dalam berbagai perlombaan.
“Selama berkuliah di FEB UGM, salah satu nilai etis yang saya pelajari adalah profesionalisme. Nilai ini menjadi bekal dalam membangun kedisiplinan dan komitmen, baik selama masa studi maupun kompetisi,” jelasnya.
Sebelum diwisuda, Marcheline sudah terlebih dahulu diterima sebagai Assurance Associate di Ernst & Young (EY) UGM. Awalnya, ia hanya mendaftar untuk program magang pada posisi Junior Auditor (Assurance) melalui Campus Hiring EY UGM. Namun, setelah melewati seluruh tahapan seleksi, ia berhasil diangkat menjadi karyawan tetap pada Juli/Agustus 2024. Meskipun begitu, Marcheline baru akan mulai bekerja pada bulan November.
Ia membagikan tips dalam mencari magang, yaitu rajin mencari informasi dan peluang magang dari situs perusahaan, fakultas, maupun universitas. Selain itu, kita juga dapat bertanya kepada teman atau koneksi di Linkedin. Kuncinya adalah selalu maksimal di setiap tahap seleksi, serta tidak mudah menyerah atau merasa minder terhadap pencapaian teman-teman lain. “Kuncinya yaitu jangan FOMO. Kalau melihat teman lain sukses, jangan terlalu dipikirkan dan jadi minder, karena setiap orang punya jalannya masing-masing. Jadikan kesuksesan mereka sebagai bahan motivasi untuk kita,” ujarnya.
Reportase: Najwah Ariella Puteri
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

