Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali mencatatkan prestasi di tingkat global. FEB UGM kembali masuk dalam pemeringkatan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) by Subject 2026 dengan menempati peringkat 201–250 dunia untuk bidang Accounting & Finance, Business & Management Studies, serta Economics & Econometrics.
Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak.,C.A., menyampaikan bahwa pencapaian ini menunjukkan konsistensi kualitas pendidikan dan riset di lingkungan FEB UGM. Capaian yang diperoleh merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.
“Capaian ini menjadi bentuk pengakuan dunia atas mutu pendidikan di FEB yang merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika FEB UGM dalam menjaga kualitas pendidikan secara berkelanjutan,” jelasnya, Kamis (9/4/2026) di FEB UGM.
Pemeringkatan QS WUR by Subject didasarkan pada sepuluh indikator kunci, seperti academic reputation, citations per faculty, employer reputation, employment outcomes, international faculty ratio, international research network, international student ratio, international student diversity, faculty student ratio, dan sustainability.
“Keberhasilan FEB dalam mempertahankan standar kualitas pada sepuluh indikator tersebut berkontribusi besar dalam pencapaian pemeringkatan ini,” tuturnya.
Didi menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai upaya strategis yang telah dilakukan FEB UGM dalam beberapa tahun terakhir. FEB UGM secara konsisten melakukan perbaikan secara berkelanjutan atau continuous improvement dalam aspek pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional. Salah satunya diwujudkan dengan kolaborasi global melalui jejaring akademik dan riset. Hingga saat ini, FEB UGM telah memiliki kerja sama dengan lebih dari 75 mitra di tingkat global, meliputi Asia, Amerika, Australia, serta Eropa.
Upaya strategis lain adalah penguatan kegiatan riset dan publikasi internasional. Dalam upaya membangun thought leadership di bidangnya, FEB UGM terus mendorong dosen untuk meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah, baik secara individu maupun kolaboratif bersama peneliti lain dan mahasiswa melalui skema hibah penelitian. Hasilnya, produktivitas penelitian dan publikasi di FEB UGM terus menunjukkan tren positif. Dosen FEB UGM mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi sejumlah 86 pada tahun 2023 dan 115 pada tahun 2024. Tren positif ini berlanjut hingga 2025 dengan 130 artikel yang sudah dipublikasikan, di mana 32% di antaranya berada di jurnal internasional bereputasi dengan peringkat kuartil tertinggi (Q1).
Selain itu, penyediaan fasilitas pembelajaran hybrid yang adaptif atau berbasis Massive Open Online Course (MOOC) yang dapat diakses secara gratis oleh mahasiswa maupun masyarakat luas. Hingga 2025, melalui unit Learning and Academic Multimedia Production (LAMP), FEB UGM telah berhasil memproduksi 66 materi pembelajaran digital yang dirancang untuk memperluas akses dan pemerataan ilmu pengetahuan.
Langkah strategis lain adalah penguatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri. Didi menyampaikan FEB UGM terus berinovasi dalam mengembangkan berbagai mata kuliah dan program baru yang sejalan dengan misi keberlanjutan. Pada jenjang sarjana, FEB UGM telah memperkenalkan mata kuliah Planetary Health and Sustainability serta Sustainability Accounting sebagai wujud nyata integrasi isu keberlanjutan dalam kurikulum. Selain itu, pada jenjang pascasarjana, pengembangan program dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan mitra, antara lain mata kuliah Ekonomi Sirkular bersama Cortese Notoboyo Foundation, program Mini MBA dengan Kuncie dengan topik Human Capital, Executive Development Program MM FEB UGM bersama Pertamina di bidang Accounting and Finance for Human Capital. Program MM juga membentuk konsentrasi Infrastructure and Project Finance kerja sama dengan Hutama Karya dan konsentrasi Infrastructure Management & Project Finance, dan Railway Management kerja sama dengan PT. Kereta Api Indonesia. Pada tahun 2024, Program MM UGM bersama Departemen Manajemen menghadirkan konsentrasi baru Sustainability Management dalam rangkaian konsorsium MASUDEM (Master Studies in Sustainable Development and Management (CBHE Erasmus+ European Union). Konsentrasi ini juga merupakan komitmen keberlanjutan dari Program Asean Master in Sustainability Management kerja sama dengan Pemerintah Norwegia dan University of Agder, Norwegia pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, program Magister Sains Akuntansi menerapkan Akuntansi Sosial dan Lingkungan sebagai mata kuliah wajib dan membuka konsentrasi baru Accounting & Sustainability dan Data Science & Artificial Intelligence. Program Studi Magister Ekonomika Pembangunan juga membuka konsentrasi baru Sustainable Economic Development dan Digital Innovation & Economic Development.
“Saat ini, FEB UGM juga didukung oleh 150 dosen dan 32 di antaranya bergelar profesor,” jelasnya.
Lebih lanjut, Didi menyampaikan bahwa ke depan FEB UGM berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian ini melalui berbagai strategi penguatan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas tidak hanya berhenti pada capaian peringkat.
“Kami akan terus memperkuat kualitas riset, meningkatkan kolaborasi internasional, serta memastikan kurikulum tetap relevan dengan dinamika global dan kebutuhan industri,” jelasnya.
Didi menekankan bahwa pencapaian ini diharapkan memberikan dampak nyata (societal impact) bagi masyarakat.
“Harapannya, FEB UGM tidak hanya unggul dalam pemeringkatan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui riset, inovasi, dan lulusan yang berdaya saing global serta berdampak bagi pembangunan,” tutupnya.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum




