Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali menorehkan prestasi dalam kompetisi Management Competition 2026: National Business Case Competition.
Cokelat selalu punya tempatnya sendiri di hati banyak orang. Tetapi di balik kelezatannya, minuman cokelat kerap dianggap lebih eksklusif dibanding kopi yang sudah menjadi keseharian bagi sebagian orang.
Sampah masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di wilayah Yogyakarta.
Praktik money laundering atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) menjadi salah satu tantangan besar dalam mengungkap dan memberantas kasus korupsi di Indonesia.
Fenomena penggunaan pinjaman daring (pindar) di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, terutama di kalangan anak muda.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penilaian untuk Penghapusan Barang Milik Universitas (BMU) pada Selasa-Kamis, 31 Maret – 2 April 2026.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali mencatatkan prestasi di tingkat global.
Dalam upaya memperkuat internasionalisasi dan menghadirkan perspektif global dalam pembelajaran, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Departemen Manajemen menghadirkan Prof. Prem Chhetri sebagai Visiting Professor dengan pendanaan EQUITY GRANT 2026 Universitas Gadjah Mada yang dilaksanakan pada periode 30 Maret hingga 2 April 2026.
Prof.
Pengembangan bullion bank di Indonesia yang melibatkan Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia mulai menunjukkan tren positif.
Dua Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Dr. Muhammad Ryan Sanjaya dan Amanda Wijayanti, M.S., turut berkontribusi dalam riset internasional yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi “Proceedings of the National Academy of Sciences” pada 20 Maret 2026.
Penelitian berjudul “The Private Solution Trap in Collective Action Problems Across 34 Nations” ini mengungkap fenomena private solution trap, yakni kecenderungan individu memilih solusi mandiri dibandingkan kerja sama kolektif dalam menghadapi berbagai permasalahan global.
Bisakah kami membantu Anda?