Benarkah bias kognitif yang bernilai negatif selalu memberikan pengaruh negatif? Apakah ini juga berlaku dalam pengambilan keputusan, termasuk keputusan keuangan?
Hasil penelitian yang dilakukan Dr. Dormauli Justina, S.E., M.Si., dari Program Doktor Ilmu Manajemen FEB UGM menunjukkan bahwa keputusan untuk berinvestasi di pasar modal tidak semata ditentukan oleh rasionalitas, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis. Kepercayaan diri yang berlebihan bersama bias konfirmasi justru mendorong partisipasi investor ritel potensial.
“Kepercayaan diri berlebihan memiliki hubungan kausal dengan partisipasi pasar modal secara signifikan. Kausalitas antara kepercayaan diri dengan partisipasi pasar modal ini semakin diperkuat oleh bias konfirmasi,” papar Dormauli dalam program 3 Minute Thesis berjudul Pengaruh Kepercayaan Diri dan Bias Konfirmasi terhadap Partisipasi Pasar Modal.
Dalam penelitian berjudul “Pengaruh Kepercayaan Diri terhadap Partisipasi Pasar Modal dengan Bias Konfirmasi dan Kecenderungan Risiko sebagai Variabel Pemoderasi: Studi pada Investor Ritel Potensial”, ia berupaya mengkaji bagaimana faktor psikologis memengaruhi keputusan individu dalam berpartisipasi di pasar modal.
Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium berbasis internet dengan melibatkan 358 partisipan yang merupakan investor ritel potensial yang disulih oleh mahasiswa. Hasilnya memperlihatkan bahwa investor ritel potensial dengan kepercayaan diri berlebihan lebih banyak yang berpartisipasi di pasar modal dibandingkan dengan investor ritel potensial dengan kepercayaan diri rendah.
Temuan lain menunjukkan bahwa bias konfirmasi memperkuat kedua hubungan tersebut. Keberadaan bias konfirmasi mendorong investor ritel potensial dengan kepercayaan diri berlebihan maupun kepercayaan diri rendah untuk ikut berpartisipasi di pasar modal.
“Melalui perspektif teori kepercayaan diri dan bias konfirmasi, temuan ini memberi gambaran penting bagi para pemangku kepentingan pasar modal dalam memperkuat pasar model Indonesia,” jelas alumni Prodi Doktor Ilmu Manajemen FEB UGM ini.
Ia menambahkan kemajuan teknologi dan gempuran informasi melalui media sosial bukan hanya akan memperkaya pengetahuan keuangan. Kondisi tersebut turut mempengaruhi keputusan berpartisipasi di pasar modal.
Dormauli kembali menegaskan bahwa bias kognitif yang bersifat negatif tidak selamanya akan menghasilkan keputusan yang buruk. Selama digunakan secara tepat, bias kognitif justru dapat menghasilkan keputusan yang konstruktif.
Video program 3 Minute Thesis bertajuk Pengaruh Kepercayaan Diri dan Bias Konfirmasi terhadap Partisipasi Pasar Modal selengkapnya dapat diakses melalui: http://ugm.id/KepercayaanDiriDanPartisipasiPasarModal



