Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa FEB UGM yang tergabung dalam tim Sleman Sembada dari Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional 2026. Almayla Taorayudha (Manajemen 2024), Falinkha Nazzara (Ilmu Ekonomi 2024), dan Viola Permata Agita (Teknik Industri 2024) yang merupakan anggota Kopma UGM berhasil meraih juara 3 dalam ajang Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional 2026 kategori Debat Palagan Gagasan yang diselenggarakan pada 4-6 Agustus 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional merupakan ajang tahunan yang mempertemukan anggota koperasi mahasiswa (Kopma) dari seluruh universitas di Indonesia yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Nasional (FKKMI). Pada tahun 2026, ajang ini diikuti oleh sekitar 180 peserta yang berasal dari 40 universitas se-Indonesia dimeriahkan dengan berbagai kompetisi seperti Business Plan Competition, Essai, Lomba Cerdas Cermat, dan Debat Palagan Gagasan.
Almayla membagikan perjalanannya selama perlombaan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa mereka awalnya berfokus penuh dan menargetkan kemenangan di cabang Business Plan Competition karena dalam tiga tahun kebelakang, tim dari Kopma UGM selalu berada di posisi juara bertahan. Namun, saat perlombaan dilaksanakan, mereka dinyatakan tidak lolos 10 besar di cabang ini.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membanting setir di perlombaan yang lain yakni Debat Palagan Gagasan. Berbagai tantangan baru mereka hadapi setelah memutuskan mengambil strategi tersebut, salah satunya adalah kurangnya pengalaman di perlombaan debat. Untuk memaksimalkan persiapan, mereka mempelajari teknik debat secara otodidak dan singkat melalui video di malam sebelum hari perlombaan. Dengan berbagai usaha tersebut, akhirnya mereka berhasil mendapatkan juara tiga.
“Setelah pengumuman tersebut, kami memutuskan untuk menargetkan di cabang lomba lain, yaitu debat. Meskipun tanpa persiapan yang matang, kami bersyukur tetap dapat membawa kejuaraan untuk Kopma UGM,” ujar Almayla.
Almayla menyampaikan bahwa ia belajar banyak hal dari perlombaaan ini. Satu hal besar yang mereka pelajari adalah untuk selalu mempersiapkan lebih dari satu strategi untuk meraih juara.
“Kami belajar untuk tidak bersikap jumawa atas pencapaian masa lalu karena sama sekali tidak ada jaminan akan keberhasilan di masa depan. Selalu siapkan plan B agar dapat selalu siap di setiap situasi apapun,” tutupnya.
Reportase: Najwa Anggi Namira
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
