Implementasi digital pada sistem perpajakan Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya Coretax yang digadang-gadang sebagai ‘rumah besar’ yang mengintegrasikan keseluruhan menu layanan administrasi perpajakan dalam satu platform. Hal ini mengemuka dalam FEB Podcast berjudul Mengupas Tuntas Coretax: Tantangan & Efisiensi Pajak di Indonesia yang menghadirkan jajaran pengurus Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), yaitu Vaudy Starold, S.E., S.H., Ak., CA., ASEAN CPA., selaku Ketua Umum IKPI, Jemmi Sutiono, S.E., S.H., M.M., M.Si., Ak., CA., CPA., selaku Ketua Departemen Hubungan Masyarakat IKPI Pusat, dan Argi Evansarid Hughie Janitra, S.Sos., BKP., selaku Ketua Departemen Investasi dan Pengembangan Bisnis Organisasi IKPI.
“Kalau sebelumnya, wajib pajak harus menggunakan banyak aplikasi yang berbeda dalam mengurus administrasi perpajakan. Dengan hadirnya Coretax, semua proses pendaftaran, pelaporan, pembayaran, hingga pengawasan sudah terintegrasi dalam satu sistem dan melalui satu pintu,” ujar Vaudy.
Dari sisi efektivitas, Coretax dapat meningkatkan efisiensi kerja secara signifikan. Proses yang sebelumnya mengharuskan pertemuan dengan petugas pajak, kini dapat dilakukan di manapun secara daring yang dapat diakses dalam satu genggaman.
“Selain itu, transformasi ini juga mendorong praktik paperless dan digitalisasi dokumen termasuk penggunaan tanda tangan dan materai digital. Integrasi Ini memudahkan seluruh pihak yang berkepentingan termasuk konsultan dan wajib pajak,” tambah Argi.
Dengan dimulainya pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi dan Badan Tahun Pajak 2025 melalui Coretax, terdapat perubahan pada alur pengisian yang dimulai dari bagian induk atau formulir utama dan sistem akan memandu ke bagian yang lebih detail. Sebagai tambahan, ada informasi yang wajib diisi seperti nomor rekening bank, nomor telepon, dan data lainnya yang terintegrasi dengan pihak ketiga.
Bagi Jemmi, penambahan detail tersebut bukanlah hal yang kontradiktif pada simplifikasi proses, melainkan penguatan akurasi data.
“Hal ini justru mempertegas laporan yang kita lakukan secara manual dengan memberikan data secara detail dan konkret. Justru ini untuk kebaikan semua agar tidak terkena masalah bertubi-tubi akibat data yang dilaporkan berbeda dengan yang dimiliki,” ujarnya.
Sistem prepopulated juga memungkinkan data bukti potong dari lawan transaksi otomatis muncul pada akun wajib pajak, sehingga meningkatkan transparansi sekaligus memperkecil potensi sengketa.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai kebocoran data, para narasumber menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan upaya dengan melibatkan pihak ketiga untuk menguji sistem keamanan. Argi juga mengingatkan untuk menjaga kerahasiaan data pribadi.
“Terkadang masyarakat lupa untuk menjaga data pribadi dan jangan mudah membagikan username dan password ke orang lain. Sekalinya diberikan ke orang lain, semua data dapat diutak atik karena semua informasi terdapat di sana,” ungkapnya.
Para wajib pajak turut diimbau untuk segera melakukan aktivasi akun dan memeriksa notifikasi dalam sistem untuk menghindari keterlambatan dan ketidaktahuan informasi penting.
“Jangan sampai mendekati batas pelaporan belum melakukan aktivasi dan belum tau juga cara pengisiannya. Akses ke sistem akan padat dan menyulitkan pengguna,” jelas Vaudy.
Meskipun masih dalam proses stabilisasi, Cortex diharapkan dapat menjadi sistem yang dapat digunakan dalam jangka panjang dengan penyempurnaan berkala.
“Dengan integrasi sistem ini, harapannya Coretax memudahkan wajib pajak serta meningkatkan kepatuhan pelaporan pajak,” ungkap Jemmi.
Implementasi Coretax menjadi langkah untuk memperkuat sistem administrasi perpajakan nasional. Melalui integrasi layanan, peningkatan akurasi data, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, sistem ini dapat mendorong tata kelola pajak yang lebih transparan dan efisien di Indonesia.
Video program FEB UGM Podcast: Mengupas Tuntas Coretax: Tantangan & Efisiensi Pajak di Indonesia selengkapnya dapat diakses melalui: Link
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
