Pembangunan industri tambang kerap dipandang sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Namun, benarkah kehadiran industri tambang, termasuk pengolahan nikel selalu membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar?
Hasil riset Cahya Danu Rahman, alumni Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) FEB UGM menunjukkan bahwa dampak hilirisasi nikel tidak seragam. Melalui penelitian tesisnya ia mencoba mengkaji dampak kebijakan hilirisasi nikel melalui pembangunan smelter terhadap kesejahteraan rumah tangga di sejumlah kabupaten di Indonesia.
Penelitian dilakukan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2014–2022 dengan metode Difference-in-Differences (DiD). Pendekatan ini digunakan untuk membandingkan perubahan pengeluaran per kapita antara kabupaten yang memiliki smelter dan yang tidak.
Hasilnya menunjukkan bahwa pembangunan smelter nikel berdampak positif di beberapa wilayah. Pembangunan smelter di Kabupaten Morowali, Morowali Utara, Konawe, dan Halmahera Selatan meningkatkan pengeluaran per kapita rumah tangga sebesar 10 hingga 15 persen.
Namun, temuan berbeda muncul di Halmahera Tengah. Di wilayah tersebut, justru terjadi penurunan pengeluaran per kapita sekitar 5 persen.

“Temuan ini menunjukkan bahwa dampak hilirisasi tidak bersifat seragam sehingga diperlukan strategi kebijakan yang lebih kontekstual agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” ungkap Danu dalam program 3 Minute Thesis: Dampak Pembangunan Smelter Nikel Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga di Indonesia.
Lebih lanjut Danu menyampaikan hasil analisis Growth Incidence Curve (GIC) mengungkap bahwa pada tahap awal, manfaat ekonomi dari keberadaan smelter lebih banyak dirasakan oleh rumah tangga dengan pengeluaran rendah. Namun seiring waktu, pertumbuhan tersebut cenderung lebih menguntungkan kelompok rumah tangga dengan pengeluaran lebih tinggi.
Menurut Cahya, pola ini memberikan sinyal bahwa efek hilirisasi bergantung pada kondisi lokal. Dengan memahami pola ini, kedepan diharapkan kebijakan bisa dirancang lebih kontekstual, agar pembangunan smelter tidak hanya meningkatkan nilai tambah industri, tetapi juga benar-benar mendorong kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat.
Temuan ini menegaskan bahwa hilirisasi nikel dapat menjadi peluang besar bagi pembangunan daerah. Kendati begitu, keberhasilannya sangat ditentukan oleh kebijakan yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Video program 3 Minutes Thesis: Program Prakerja: Dampak Pembangunan Smelter Nikel Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga di Indonesia selengkapnya dapat diakses melalui http://ugm.id/DampakHilirisasiNikelTerhadapKesejahteraan
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
